Minggu, 09 Agustus 2026

POSTULAT, ASUMSI, PARADIGMA, KERANGKA BERPIKIR, HIPOTESIS DAN TEORI

 

            POSTULAT, ASUMSI, PARADIGMA, KERANGKA BERPIKIR, HIPOTESIS DAN TEORI

     Dalam filsafat ilmu dan filsafat pendidikan ada konsep: 1) postulat; 2) asumsi; 3) paradigma; 1) kerangka berpikir; 5) hipotesis; 6) teori. Berikut pengertian dan penjelasan dari kajian filsafat pendidikan dengan contohnya.

1)    Postulat dalam bahasa Inggris: postulate; dan dalam bahasa latinnya postulatum, dari postulare yang artinya meminta, menuntut. Istilah ini biasanya digunakanuntuk menunjukkan proposisi-proposisi yang merupakan titik tolak pencarian yang bukandefinisi, atau perandaian sementara, tidak juga sedemikian pasti sehingga mereka diangkatsebagai aksioma. Proposisi-proposisi itu ditentukan sebagai benar dan digunakan tanpa pembuktian. Postulat menjadi salah satu kelompok istlah yang saling berkaitan, termasuk definisi, asumsi, hipotesis, dan aksioma (Handoyo & Ekaningsih, 2019). Dalam filsafat pendidikan, postulat mungkin berupa prinsip-prinsip dasar yang dianggap benar tanpa perlu dibuktikan lagi. Contohnya adalah setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Sumber : Handoyo, E., & Ekaningsih, L. (2019). Filsafat Ilmu. Penerbit Cipta Prima Nusantara : Semarang

2)    Asumsi adalah sesuatu yang anggap benar, tanpa harus memberikan bukti (Firdaus, et al., 2023). Jadi asumsi adalah ide atau keyakinan yang dianggap benar tanpa bukti konkret. Dalam konteks pendidikan, asumsi dapat berupa keyakinan tentang cara belajar siswa atau konsep tentang peran guru dalam proses belajar mengajar. Contohnya adalah setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda.

Sumber : Firdaus, A., Anggriawan, A., Nurfauziah, A., Mahmudah, G., & Yusup Sidik, M. (2023). Asumsi-Asumsi Dasar Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 1(2), 2023. https://www.riset-iaid.net/index.php/jpm/article/view/1458/827

3)    Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata. Paradigma tertanam kuat dalam sosialisasi para penganut dan praktisinya. Paradigma menunjukkan pada mereka apa yang penting, absah, dan masuk akal. Paradigma juga bersifat normatif, menunjukkan kepada praktisinya apa yang harus dilakukan tanpa perlu melakukan pertimbangan eksistensial atau epitemologis yang panjang (Mulyana, 2003). Jadi, paradigma adalah kerangka pemikiran atau cara pandang yang mengatur cara kita memahami dunia. Dalam filsafat pendidikan, paradigma bisa merujuk pada sudut pandang umum tentang bagaimana pendidikan seharusnya dijalankan. Contohnya, paradigma pendidikan yang berfokus pada pembelajaran yang inklusif, yang memasukkan semua siswa tanpa memandang perbedaan.

Sumber : Mulyana, Deddy. (2003). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya : Bandung

4)    Kerangka  berpikir menjelaskan  sementara  terhadap  gejala  yang  menjadi  objek  permasalahan  kita. Kerangka  berpikir disusun berdasarkan   tinjauan   pustaka   dan   hasil   Penelitian   yang   relevan. Kerangka berpikir merupakan argumentasi peneliti dalam merumuskan hipotesis dengan menggunakan logika deduktif (untuk  metode  kuantitatif)  dengan  memakai  pengetahuan  ilmiah  sebagai  premis-premis  dasarnya. Kerangka berpikir  merupakan buatan peneliti sendiri (bukan dari  peneliti lain), yakni cara peneliti berargumentasi  dalam  me-rumuskan  hipotesis.  Argumentasi  itu  harus  analisis,  sistematis,  dan menggunakan teori yang relevan. Pendapat lain kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan  dengan  beragam  aspek  yang  sudah  diidentifikasi. Kerangka  berpikir  penelitian  lalah dasar pemikiran dari penelitian yang disintesiskan dari fakta-fakta, observasi dan telaah kepustakaan.Kerangka berpikir memuat teori atau dalil serta konsep-konsep yang menjadi dasar dalampenelitian.Kerangkaberpikir ini menjelaskan hubungan dan keterkaitan antar variabel.Kerangka berpikir dapat disajikan  dalam  bentuk  bagan  yang  menunjukkan  alur  pikir  peneliti  dan  keterkaitan  antar  variabel yang ditelitinya (Syahputri, et al., 2023). Jadi, kerangka berpikir adalah struktur yang digunakan untuk memahami dan menganalisis suatu masalah atau fenomena. Dalam konteks pendidikan, ini bisa menjadi metode atau teori tertentu yang digunakan untuk membantu pendidik memahami bagaimana siswa belajar. Contohnya, pendekatan konstruktivis dalam pendidikan yang menekankan pada konstruksi pengetahuan oleh siswa.

Sumber : Syahputri, A. Z., Fallenia, F. D., & Syafitri, R. (2023). Kerangka Berfikir Penelitian Kualitatif. Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran. https://jurnal.diklinko.id/index.php/tarbiyah/https://jurnal.diklinko.id/index.php/tarbiyah/

 

 

 

 

5)    Hipotesis  dibangun  oleh  para  ahli dari  berbagai sudut pandang. Hipotesis  adalah  dugaan  tentatif  tunggal digunakan menyusun  teori  atau  eksperimen dan diuji. Hipotesis  adalah pernyataan  formal menyajikan  hubungan  yang  diharapkan antara  variabel  independen  dan variabel dependen. Hipotesis adalah jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya melalui penelitian. Berdasarkan uraian definisi dari beberapa ahli, bisa ditarik kesimpulan  bahwa  dalam  hipotesis  terdapat beberapa  komponen  penting  yakni  dugaan sementara, hubungan antar variabel dan uji kebenaran (Yam & Taufik, 2021). Jadi, hipotesis adalah pernyataan yang diusulkan untuk diuji kebenarannya. Dalam konteks pendidikan, hipotesis bisa berupa prediksi tentang bagaimana metode atau model pengajaran tertentu akan memengaruhi hasil belajar siswa. Sebagai contohnya adalah penggunaan teknologi dalam pengajaran akan meningkatkan keterlibatan siswa dan penggunanaan model pembelajaran inquiry dalam pembelajaran sistem pencernaan akan meningkatkan kemampuan keterampilan proses sains siswa.

Sumber : Yam, J. H., & Taufik, R. (2021). Hipotesis Penelitian Kuantitatif. 3(2). https://ejournal.unis.ac.id/index.php/perspektif/article/view/1540/1121

6)    Teori merupakan prinsip-prinsip yang disusun secara sistematis, prinsip-prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan yang ada. Setiap teori akan mengembangkan konsep-konsep yang digunakan sebagai simbol-simbol tertentu. Secara umum teori adalah sebuah konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan di antara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga dapat dikatakan bahwa teori adalah suatu kerangka kerja konseptual untuk mengatur pengetahuan dan menyediakan suatu cetak biru untuk melakukan beberapa tindakan selanjutnya (Isti’adah, 2020). Jadi, teori adalah kerangka konseptual yang luas yang menjelaskan fenomena berdasarkan bukti-bukti yang ada. Dalam pendidikan, teori-teori mungkin menjelaskan proses belajar mengajar secara menyeluruh, seperti teori kognitif tentang bagaimana siswa memproses informasi atau teori perkembangan sosial tentang bagaimana lingkungan memengaruhi perkembangan anak.

Sumber : Isti’adah, Feida Noorlaila. (2020). Teori-Teori Belajar dalam Pendidikan. Edu Publisher : Tasikmalaya

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar