CIRI PEMBEDA MANUSIA DAN HEWAN
Ciri
yang membedakan manusia dengan hewan adalah berbudaya, berakal, berperasaan,
bekerja, beragama dan berbahasa.
a.
Berbudaya
Budaya adalah suatu istilah yang
mengandung arti segala daya cipta, rasa dan karsa yang dihasilkan oleh manusia.
Bentuk budaya tersebut dapat berupa bangunan lengkap dengan arsitekturnya yang
indah, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesenian, sastra, dan lain sebagainya
(Setiawan, 2018).
Menurut
Djamaluddin (2014) istilah cipta kadang–kadang berarti permunculan sesuatu yang
belum pernah ada, kadang–kadang berarti pikiran. Misalnya Tuhan menciptakan
alam semesta, mempunyai arti bahwa Allah membuat dan memunculkan sesuatu berupa
alam semesta yang pada waktu sebelumya belum pernah ada. Dari tidak ada bahan sesuatu
menjadi ada, contoh lain di bidang seni (abstrak) mempunyai arti. Komponis
Gesang telah menciptakan lagu Bengawan solo oleh komponis gesang sebelum itu
belum ada pernah lagu Bengawan Solo. Perlu diingat bahwa ketika membuatnya
diperlukan bahan–bahan baku, antara lain: objek atau sasaran yang akan
dijadikan suatu judullambang keindahan alam sekitar bengawan solo (benda
konkrit) dan karya sastra yang indah itu berupa bahasa dan rangkaian kalimat
yang memerlukan pemikiran, nada dan irama yang memerlukan perasaan halus (benda
abstrak). Terwujudnya keinginan untuk memunculkan sesuatu yang sebelumnya tidak
pernah ada dan itu selalu didahului oleh serangkaian pemikiran-pemikiran. Dari
beberapa contoh ditarik pengertian bahwa : istilah cipta Tuhan berarti
mengadakan alam. Istilah cipta manusia: mengubah alam. Manusia mengubah alam
dengan cita, laku dan perbuatannya. Cita dan laku perbuatannya bersumber dari
dalam jiwa, dilahirkan oleh jiwa karena hewan tak berjiwa tidaklah dapat
mengubah alam. Bahkan ia dijadikan manusia sebagai objek untuk diubah bagi
keperluan manusia.
Rasa atau
perasaan adalah pernyataan tentang sesuatu yang ada kaitannya dengan keadaan
jiwa seseorang. Adapun timbulnya keadaan jiwa kadang–kadang dalam bentuk rasa
suka, kadang juga dalam bentuk rasa tidak suka. Rasa suka adalah rasa yang
menyenangkan misalnya enak, lezat, gembira, indah dan sebagainya, dan perasaan
yang tidak menyenangkan seperti mual, jengkel, gelisah takut dan sebagainya.
Adapun ciri-ciri perasaan adalah sebagai berikut.
1)
Perasaan
tidak pernah berdiri sendiri
Perasaan selalu berkaitan dengan
gejala–gejala jiwa yang lain, misalnya teringat masa lalu, memikirkan sesuatu,
menghayalkan sesuatu, berfantasi dan sebagainya. Timbulnya perasaan itu selalu
di awali dengan sesuatu hal.
2)
Perasaan
selalu bersifat perseorangan
Bila ada dua orang atau lebih
melihat sesuatu hal, maka ditimbulkan oleh masing–masing orang itu berbeda
antara satu dengan yang lain, padahal obyek sama (yang mereka lihat adalah
sama). Misalnya pada suatu hari ada beberapa orang melihat suatu peristiwayang
terjadi yaitu penjambret tertangkap basah, kemudian dikeroyok secara
ramai–ramai dan dipukuli hingga badannya luka–uka dan bercucuran darah. Perasaan
orang berbeda–beda melihat hal tersebut, ada yang merasa kasihan dan iba dan
ada juga yang merasa terus berteriak pukul dia.
Dari contoh di atasdapat disimpulkan
bahwa setiaporang mempunyai perasaan yang berbeda–beda, atau dengan kata lain
bahwa perasaan itu bersifat perseorangan.
Karsa memiliki
arti kehendak dan dorongan nafsu pokok. Kehendak adalah suatu tenaga yang
bekerja dan datang dari dalam diri seseorang yang sedang dalam keadaan sadar
dan mempunyai suatu tujuan tertentu karena terdorong oleh rangsangan yang
diserap dalam panca indera. Hampir semua tingkah laku di sebabkan oleh
tenaga–tenaga yang bekerja di dalam dirinya. Ketika membicarakan fungsi jiwa,
telah diterangkan bahwa pikiran dan perasan membentuk kesadaran. Jalinan
pikiran dan perasaan melahirkan hasrat, keinginan, kehendak, tekad dan lain
–lainnya. Kemauan adalah awal tindakan. Kemauanlah yang membedakan manusia dari
makhluk–makhluk lainnya.. Dorongan nafsu pokok termasuk kehendak atau
keinginan, juga merupakan suatu tenaga yang bekerja dan datang dari dalam diri
seseorang yang sedang dalam kesadaran sadar, dan tenaga-tenaga yang demikian,
manusia tidak dapat hidup, jadi dorongan nafsu itu merupakan daya jiwa. Ia
merupakan suatu kelengakapan yang tidak dapat terpisah dari kehidupan
jasmaniayah (biologis). Dorongan nafsu yang merupakan tenaga–tenaga dari dalam
diri seseorang itu pada garis besarnya dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu dorongan
nafsu mempertahankan diri, dorongan nafsu mempertahankan jenis dan dorongan
nafsu mengembangkan diri.
Dari penjelasan
di atas, maka hanya manusia lah yang mampu menciptakan budaya, tidak dengan
hewan (lain). Dengan budaya terciptalah keindahan, sistem nilai di masyarakat
(religi, organisasi), sistem mata pencaharian, teknologi, sains, bahasa, dll
(shame or guilty culture).
b.
Berakal
Menurut Imam Ghazali dalam Cholik (2015)
kegiatan berpikir seperti mengkhayal, mengingat, estimasi, representasi, dan
kerja indra bersama adalah daya-daya yang berdiri sendiri yang digerakkan oleh
substansi pertama, yaitu akal. Jadi dengan akal lah manusia mampu menganalisis,
mempertimbangkan, memutuskan, mencapai kebebasan dan kesadaran, dan menciptakan
teknologi.
Dalam
Djamaluddin (2014) disebutkan “berakal atau berpikir adalah menemukan
hubungan–hubungan, menentukan sangkut paut”. Definisi ini pendek, tetapi
mempunyai arti dan makna yang tepat. Berpikir biasanya merupakan jawaban dari suatu
pertanyaan apa dan mengapa tentang suatu hal. Sebagai contoh : “kalau sedang musim
panen, harga beras turun”. Ungkapan yang demikian itu sudah di ketahui
kebenarannya pada setiap orang, karena merupakan hasil pemikiran. Pertanyaan:
Apakah musim panen itu? Jawaban: “Pada saat yang hampir sama para petani menuai
atau memetik hasil pertaniannya berupa padi. Dengan demikian persediaan padi
melimpah ruah di semua tempat”. Pertayaannya mengapa harga beras menjadi
turun?”. Jawaban : ”ketika musim panen (pada waktu yang bersamaan) para petani sebagai
produsen menawarkan hasil panennya dalam jumlah yang besar, rakyat sebagai konsumen,
permintaan beras tidak bertambah. Oleh karena itu imbangan antara penawaran dan
permintaan berubah,lebih banyak penawaran daripada permintaan, sehingga terjadi
persaingan antar petani/ produsen untuk menjual hasil berasnya dengan cara
banting harga karena membutuhkan uang tunai untuk belanja harian, akibatnya
harga beras menjadi turun. Berdasarkan contoh diatas, maka dapat disimpulkan tentang
proses berpikir sebagi berikut.
1)
Panca
indera menyerap keadaan, telinga mendengar berita bahwa di mana-mana sedang terjadi
panen padi, mata melihat kesibukan para petani sedang mengangkut hasil panen dari
sawah dan menjemurnya di pekarangan.
2)
Hasil
serapan panca indera itu merupakan data. (Kasus panen padi itu: persaingan antara
produsen, banting harga, jumlah konsumen yang tetap, perubahan perimbangan antara
penawaran dan permintaan beras,kesemuanya itu termasuk data).
3)
Semua
data yang telah dikumpulkan selengkap–lengkapnya, dari semua data yang tersedia
timbul bermacam–macam tafsir (interpretasi) tentang kemungkinan–kemungkinan yang
akan sedang dan telah terjadi.
4)
Mengadakan
penyelidikan tentang akibat–akibat dari setiap kemungkinan itu.
5)
Mengadakan
penyelidikan–penyelidikan tentang akibat–akibat dari setiap kemungkinan itu.
6)
Akhirnya
ditemukan mata rantai hubunganantara yang satu dengan yang lain, kemudian
ditetapkanlah hubungannya.
c.
Berperasaan
Seperti yang disebutkan di atas rasa
atau perasaan adalah pernyataan tentang sesuatu yang ada kaitannya dengan
keadaan jiwa seseorang. Adapun timbulnya keadaan jiwa kadang–kadang dalam
bentuk rasa suka, kadang juga dalam bentuk rasa tidak suka. Rasa suka adalah
rasa yang menyenangkan misalnya enak, lezat, gembira, indah dan sebagainya, dan
perasaan yang tidak menyenangkan seperti mual, jengkel, gelisah takut dan
sebagainya. Adapun ciri-ciri perasaan adalah sebagai berikut.
1) Perasaan tidak pernah berdiri sendiri
Perasaan selalu berkaitan dengan
gejala–gejala jiwa yang lain, misalnya teringat masa lalu, memikirkan sesuatu,
menghayalkan sesuatu, berfantasi dan sebagainya. Timbulnya perasaan itu selalu
di awali dengan sesuatu hal.
2) Perasaan selalu bersifat perseorangan
Bila ada dua orang atau lebih
melihat sesuatu hal, maka ditimbulkan oleh masing–masing orang itu berbeda
antara satu dengan yang lain, padahal obyek sama (yang mereka lihat adalah
sama). Misalnya pada suatu hari ada beberapa orang melihat suatu peristiwayang
terjadi yaitu penjambret tertangkap basah, kemudian dikeroyok secara
ramai–ramai dan dipukuli hingga badannya luka–uka dan bercucuran darah.
Perasaan orang berbeda–beda melihat hal tersebut, ada yang merasa kasihan dan
iba dan ada juga yang merasa terus berteriak pukul dia.
Dari contoh di
atas dapat disimpulkan bahwa setiap orang mempunyai perasaan yang berbeda–beda,
atau dengan kata lain bahwa perasaan itu bersifat perseorangan Perasaan
meliputi rasa senang, susah, cinta, benci, bahagia, sengsara, simpati, empati
dsb.
d.
Bekerja
Menurut Widharta, et al.
(2015) bekerja adalah kegiatan manusia yang di lakukan secara rutin atas dasar
kewajiban dan tanggung jawab untuk dirinya sendiri,orang lain juga Perusahaan
tanpa merugikan siapapun. Dalam pekerjaan terkandung tiga aspek yang harus
dipenuhi individu secara nalar, yaitu sebagai berikut.
1)
Aktifitas
yang dilakukan karena ada dorongan tanggung jawab.
2)
Apa
yang dilakukan karena kesengajaan dan terencana. Oleh karena itu terkandung
didalamnya suatu gabungan antara rasa dan rasio.
3)
Yang
dilakukan karena ada tujuan yang luhur, yang memberi makna bagi dirinya. Bukan
hanya sekedar kepuasan biologis akan tetapi untuk mewujudkan yang diinginkannya
agar dirinya mempunyai arti.
Bekerja ini dilakukan dengan sadar untuk hasil dan kondisi yang
lebih baik.
e.
Beragama
Menurut Hasan (2022) manyak ahli
menyebutkan agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “a” yang berarti tidak
dan “gama” yang berarti kacau. Jamak agama berarti tidak kacau. Dengan demikian
agama itu adalah peraturan, yaitu peraturan yang mengatur keadaan manusia,
maupun mengenai sesuatu yang gaib, mengenai budi pekerti dan pergaulan hidup
bersama. Ada beberapa istilah dari agama, antara lain religi, religion
(Inggris), religie (Belanda), religio (Bahasa Latin), dien (Arab). Dalam bahasa
Arab, agama di kenal dengan kata al-din dan al-milah. Kata al-din mengandung
beberapa arti al-mulk (kerajaan), al-izz (kejayaan), al-dzull (kehinaan),
al-ikrah (pemaksaan), al-ihsan (kebajikan), aladat (kebiasaan), al-ibadat
(pengabdian), al-tha‟at (taat), alislam al-tauhid (penyerahan dan mengesakan
Tuhan). Agama adalah proses hubungan manusia yang dirasakan terhadap sesuatu
yang diyakininya, bahwa sesuatu lebih tinggi dari pada manusia. Sedangkan
definisi lain menyebutkan agama sebagai system simbol, sistem keyakinan, sistem
nilai dan sistem perilaku yang terlembaga, yang kesemuanya terpusat pada
persoalan-persoalan yang dihayati sebagai maknawi (ultimate Mean
Hipotetiking).
Dengan beragama
maka munculnya sikap beriman, bertakwa, bersabar, bersyukur dan lain
sebagainya.
f.
Berbahasa
Menurut Herniti (2010) bahasa adalah
salah satu ciri yang paling khas manusiawi yang membedakannya dari makhluk
lain. Bahasa membuat manusia menjadi makhluk yang bermasyarakat karena bahasa
merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan, ide-ide, keinginan, dan
perasaan dari pembicara kepada lawan bicara.
Bahasa dapat
berupa verbal dan non verbal, lisan dan non tulisan dan lain sebagainya.
Sumber :
Cholik, A. A. (2015). Relasi Akal
dan Hati menurut al-Ghazali. KalimaH, 13(2), 287. https://doi. org/10. 21111/klm. v13i2. 290
Hasan, Maulana Achmad (2022)
Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dengan Metode Insersi Pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Kurikulum dan Buku Ajar
Pendidikan Agama Islam Di SMA NU Al-Ma’ruf Kudus). Masters Thesis, IAIN KUDUS. http://repository.iainkudus.ac.id/8906/5/5.%20BAB%20II.pdf
Djamaluddin, A. (2014). FILSAFAT
PENDIDIKAN (Educational Phylosophy). https://jurnal. umpar. ac. id/index. php/istiqra/article/view/208/181
Herniti, Ening. (2010). Bahasa dan
Kelahirannya. Adabiyyat, 9 (1). pp. 107-132. ISSN 1412-3509
https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/39901/1/Bahasa%20dan%20Kelahirannya.pdf
Setiawan, Daryanto. (2018). Dampak
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya Impact of
Information Technology Development and Communication on Culture Daryanto
Setiawan. SIMBOLIKA, 4(1). http://ojs. uma. ac. id/index. php/simbolika
Widharta, Prayogi Harry, Maroah,
Sity dan Wardhana, Andy. (2015). Pengaruh Etika Kerja Islami Terhadap Kinerja
Karyawan Di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya. Other thesis,
Universitas Muhammadiyah Surabaya.