PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
Menurut
Amiwati (n.d.) ilmu pengetahuan ialah sekumpulan pengetahuan yang tersusun secara
sistematis dan runtut melalui metode ilmiah. Metode ilmiah atau disebut juga
metode penelitian adalah prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam
mendapatkan pengetahuan. Dengan kata lain, metode ilmiah adalah cara memperoleh
dan menyusun pengetahuan. Beda Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan terletak pada: “Pengetahuan”
adalah bahan ilmu, dan baru bisa menjawab tentang apa, sedangkan “Ilmu
Pengetahuan” menjawab tentang mengapa suatu kenyataan atau kejadian”. Jadi,
ilmu pengetahuan merupakan sekumpulan pengetahuan dalam bidang tertentu yang
disusun secara sistematis, menggunakan metode keilmuan, dapat dipelajari dan
diajarkan, dan memiliki nilai guna tertentu. Syarat ilmupengetahuan adalah
memiliki objek dan metode ilmiah, atau memiliki dimensi/aspek ontologis,
epistemologis dan aksiologis.
Sedangkan menurut Ernest Nagel dalam
Basuki (n.d.) secara rinci membedakan pengetahuan (common sense) dengan ilmu
pengetahuan (science). Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.
1)
Dalam
common sense informasi tentang suatu fakta jarang disertai penjelasan tentang mengapa
dan bagaimana. Common sense tidak melakukan pengujian kritis hubungan
sebabakibat antara fakta yang satu dengan fakta lain. Sedang dalam science di
samping diperlukan uraian yang sistematik, juga dapat dikontrol dengan sejumlah
fakta sehingga dapat dilakukan pengorganisasian dan pengklarifikasian
berdasarkan prinsip-prinsip atau dalil-dalil yang berlaku.
2)
Ilmu
pengetahuan menekankan ciri sistematik. Penelitian ilmiah bertujuan untuk
mendapatkan prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku umum tentang suatu hal.
Artinya dengan berpedoman pada teori-teori yang dihasilkan dalam penelitian-penelitian
terdahulu, penelitian baru bertujuan untuk menyempurnakan teori yang telah ada
yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Sedang common sense tidak memberikan
penjelasan (eksplanasi) yang sistematis dari berbagai fakta yang terjalin. Di samping
itu, dalam common sense cara pengumpulan data bersifat subjektif, karena common
sense sarat dengan muatan-muatan emosi dan perasaan.
3)
Dalam
menghadapi konflik dalam kehidupan, ilmu pengetahuan menjadikan konflik sebagai
pendorong untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berusaha untuk
mencari, dan mengintroduksi pola-pola eksplanasi sistematik sejumlah fakta
untuk mempertegas aturan-aturan. Dengan menunjukkan hubungan logis dari
proposisi yang satu dengan lainnya, ilmu pengetahuan tampil mengatasi konflik.
4)
Kebenaran
yang diakui oleh common sense bersifat tetap, sedang kebenaran dalam ilmu pengetahuan
selalu diusik oleh pengujian kritis. Kebenaran dalam ilmu pengetahuan selalu dihadapkan
pada pengujian melalui observasi maupun eksperimen dan sewaktu-waktu dapat diperbaharui
atau diganti.
5)
Perbedaan
selanjutnya terletak pada segi bahasa yang digunakan untuk memberikan penjelasan
pengungkapan fakta. Istilah dalam common sense biasanya mengandung pengertian
ganda dan samar-samar. Sedang ilmu pengetahuan merupakan konsep-konsep yang
tajam yang harus dapat diverifikasi secara empirik.
6)
Perbedaan
yang mendasar terletak pada prosedur. Ilmu pengetahuan berdasar pada metode
ilmiah. Dalam ilmu pengetahuan alam (sains), metoda yang dipergunakan adalah
metoda pengamatan, eksperimen, generalisasi, dan verifikasi. Sedang ilmu sosial
dan budaya juga menggunakan metode pengamatan, wawancara, eksperimen,
generalisasi, dan verifikasi. Dalam common sense cara mendapatkan pengetahuan
hanya melalui pengamatan dengan panca indera.
Sumber :
Amiwati. (n.d.). Metodologi Penelitian. https://elearning.univpgri-palembang.ac.id/pluginfile.php/111672/course/overviewfiles/1.%20PENDAHULUAN.pdf?forcedownload=1
Basuki (n.d.). Pengetahuan dengan Ilmu
Pengetahuan Telaah Filosofis. http://amheru.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar