Minggu, 09 Agustus 2026

CIRI PEMBEDA MANUSIA DAN HEWAN

       CIRI PEMBEDA MANUSIA DAN HEWAN

    Ciri yang membedakan manusia dengan hewan adalah berbudaya, berakal, berperasaan, bekerja, beragama dan berbahasa.

a.   Berbudaya

Budaya adalah suatu istilah yang mengandung arti segala daya cipta, rasa dan karsa yang dihasilkan oleh manusia. Bentuk budaya tersebut dapat berupa bangunan lengkap dengan arsitekturnya yang indah, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesenian, sastra, dan lain sebagainya (Setiawan, 2018).

Menurut Djamaluddin (2014) istilah cipta kadang–kadang berarti permunculan sesuatu yang belum pernah ada, kadang–kadang berarti pikiran. Misalnya Tuhan menciptakan alam semesta, mempunyai arti bahwa Allah membuat dan memunculkan sesuatu berupa alam semesta yang pada waktu sebelumya belum pernah ada. Dari tidak ada bahan sesuatu menjadi ada, contoh lain di bidang seni (abstrak) mempunyai arti. Komponis Gesang telah menciptakan lagu Bengawan solo oleh komponis gesang sebelum itu belum ada pernah lagu Bengawan Solo. Perlu diingat bahwa ketika membuatnya diperlukan bahan–bahan baku, antara lain: objek atau sasaran yang akan dijadikan suatu judullambang keindahan alam sekitar bengawan solo (benda konkrit) dan karya sastra yang indah itu berupa bahasa dan rangkaian kalimat yang memerlukan pemikiran, nada dan irama yang memerlukan perasaan halus (benda abstrak). Terwujudnya keinginan untuk memunculkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dan itu selalu didahului oleh serangkaian pemikiran-pemikiran. Dari beberapa contoh ditarik pengertian bahwa : istilah cipta Tuhan berarti mengadakan alam. Istilah cipta manusia: mengubah alam. Manusia mengubah alam dengan cita, laku dan perbuatannya. Cita dan laku perbuatannya bersumber dari dalam jiwa, dilahirkan oleh jiwa karena hewan tak berjiwa tidaklah dapat mengubah alam. Bahkan ia dijadikan manusia sebagai objek untuk diubah bagi keperluan manusia.

Rasa atau perasaan adalah pernyataan tentang sesuatu yang ada kaitannya dengan keadaan jiwa seseorang. Adapun timbulnya keadaan jiwa kadang–kadang dalam bentuk rasa suka, kadang juga dalam bentuk rasa tidak suka. Rasa suka adalah rasa yang menyenangkan misalnya enak, lezat, gembira, indah dan sebagainya, dan perasaan yang tidak menyenangkan seperti mual, jengkel, gelisah takut dan sebagainya. Adapun ciri-ciri perasaan adalah sebagai berikut.

1)  Perasaan tidak pernah berdiri sendiri

Perasaan selalu berkaitan dengan gejala–gejala jiwa yang lain, misalnya teringat masa lalu, memikirkan sesuatu, menghayalkan sesuatu, berfantasi dan sebagainya. Timbulnya perasaan itu selalu di awali dengan sesuatu hal.

2)  Perasaan selalu bersifat perseorangan

Bila ada dua orang atau lebih melihat sesuatu hal, maka ditimbulkan oleh masing–masing orang itu berbeda antara satu dengan yang lain, padahal obyek sama (yang mereka lihat adalah sama). Misalnya pada suatu hari ada beberapa orang melihat suatu peristiwayang terjadi yaitu penjambret tertangkap basah, kemudian dikeroyok secara ramai–ramai dan dipukuli hingga badannya luka–uka dan bercucuran darah. Perasaan orang berbeda–beda melihat hal tersebut, ada yang merasa kasihan dan iba dan ada juga yang merasa terus berteriak pukul dia.

Dari contoh di atasdapat disimpulkan bahwa setiaporang mempunyai perasaan yang berbeda–beda, atau dengan kata lain bahwa perasaan itu bersifat perseorangan.

Karsa memiliki arti kehendak dan dorongan nafsu pokok. Kehendak adalah suatu tenaga yang bekerja dan datang dari dalam diri seseorang yang sedang dalam keadaan sadar dan mempunyai suatu tujuan tertentu karena terdorong oleh rangsangan yang diserap dalam panca indera. Hampir semua tingkah laku di sebabkan oleh tenaga–tenaga yang bekerja di dalam dirinya. Ketika membicarakan fungsi jiwa, telah diterangkan bahwa pikiran dan perasan membentuk kesadaran. Jalinan pikiran dan perasaan melahirkan hasrat, keinginan, kehendak, tekad dan lain –lainnya. Kemauan adalah awal tindakan. Kemauanlah yang membedakan manusia dari makhluk–makhluk lainnya.. Dorongan nafsu pokok termasuk kehendak atau keinginan, juga merupakan suatu tenaga yang bekerja dan datang dari dalam diri seseorang yang sedang dalam kesadaran sadar, dan tenaga-tenaga yang demikian, manusia tidak dapat hidup, jadi dorongan nafsu itu merupakan daya jiwa. Ia merupakan suatu kelengakapan yang tidak dapat terpisah dari kehidupan jasmaniayah (biologis). Dorongan nafsu yang merupakan tenaga–tenaga dari dalam diri seseorang itu pada garis besarnya dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu dorongan nafsu mempertahankan diri, dorongan nafsu mempertahankan jenis dan dorongan nafsu mengembangkan diri.

Dari penjelasan di atas, maka hanya manusia lah yang mampu menciptakan budaya, tidak dengan hewan (lain). Dengan budaya terciptalah keindahan, sistem nilai di masyarakat (religi, organisasi), sistem mata pencaharian, teknologi, sains, bahasa, dll (shame or guilty culture).

b.   Berakal

Menurut Imam Ghazali dalam Cholik (2015) kegiatan berpikir seperti mengkhayal, mengingat, estimasi, representasi, dan kerja indra bersama adalah daya-daya yang berdiri sendiri yang digerakkan oleh substansi pertama, yaitu akal. Jadi dengan akal lah manusia mampu menganalisis, mempertimbangkan, memutuskan, mencapai kebebasan dan kesadaran, dan menciptakan teknologi.

Dalam Djamaluddin (2014) disebutkan “berakal atau berpikir adalah menemukan hubungan–hubungan, menentukan sangkut paut”. Definisi ini pendek, tetapi mempunyai arti dan makna yang tepat. Berpikir biasanya merupakan jawaban dari suatu pertanyaan apa dan mengapa tentang suatu hal. Sebagai contoh : “kalau sedang musim panen, harga beras turun”. Ungkapan yang demikian itu sudah di ketahui kebenarannya pada setiap orang, karena merupakan hasil pemikiran. Pertanyaan: Apakah musim panen itu? Jawaban: “Pada saat yang hampir sama para petani menuai atau memetik hasil pertaniannya berupa padi. Dengan demikian persediaan padi melimpah ruah di semua tempat”. Pertayaannya mengapa harga beras menjadi turun?”. Jawaban : ”ketika musim panen (pada waktu yang bersamaan) para petani sebagai produsen menawarkan hasil panennya dalam jumlah yang besar, rakyat sebagai konsumen, permintaan beras tidak bertambah. Oleh karena itu imbangan antara penawaran dan permintaan berubah,lebih banyak penawaran daripada permintaan, sehingga terjadi persaingan antar petani/ produsen untuk menjual hasil berasnya dengan cara banting harga karena membutuhkan uang tunai untuk belanja harian, akibatnya harga beras menjadi turun. Berdasarkan contoh diatas, maka dapat disimpulkan tentang proses berpikir sebagi berikut.

1)  Panca indera menyerap keadaan, telinga mendengar berita bahwa di mana-mana sedang terjadi panen padi, mata melihat kesibukan para petani sedang mengangkut hasil panen dari sawah dan menjemurnya di pekarangan.

2)  Hasil serapan panca indera itu merupakan data. (Kasus panen padi itu: persaingan antara produsen, banting harga, jumlah konsumen yang tetap, perubahan perimbangan antara penawaran dan permintaan beras,kesemuanya itu termasuk data).

3)  Semua data yang telah dikumpulkan selengkap–lengkapnya, dari semua data yang tersedia timbul bermacam–macam tafsir (interpretasi) tentang kemungkinan–kemungkinan yang akan sedang dan telah terjadi.

4)  Mengadakan penyelidikan tentang akibat–akibat dari setiap kemungkinan itu.

5)  Mengadakan penyelidikan–penyelidikan tentang akibat–akibat dari setiap kemungkinan itu.

6)  Akhirnya ditemukan mata rantai hubunganantara yang satu dengan yang lain, kemudian ditetapkanlah hubungannya.

c.   Berperasaan

Seperti yang disebutkan di atas rasa atau perasaan adalah pernyataan tentang sesuatu yang ada kaitannya dengan keadaan jiwa seseorang. Adapun timbulnya keadaan jiwa kadang–kadang dalam bentuk rasa suka, kadang juga dalam bentuk rasa tidak suka. Rasa suka adalah rasa yang menyenangkan misalnya enak, lezat, gembira, indah dan sebagainya, dan perasaan yang tidak menyenangkan seperti mual, jengkel, gelisah takut dan sebagainya. Adapun ciri-ciri perasaan adalah sebagai berikut.

1) Perasaan tidak pernah berdiri sendiri

Perasaan selalu berkaitan dengan gejala–gejala jiwa yang lain, misalnya teringat masa lalu, memikirkan sesuatu, menghayalkan sesuatu, berfantasi dan sebagainya. Timbulnya perasaan itu selalu di awali dengan sesuatu hal.

2) Perasaan selalu bersifat perseorangan

Bila ada dua orang atau lebih melihat sesuatu hal, maka ditimbulkan oleh masing–masing orang itu berbeda antara satu dengan yang lain, padahal obyek sama (yang mereka lihat adalah sama). Misalnya pada suatu hari ada beberapa orang melihat suatu peristiwayang terjadi yaitu penjambret tertangkap basah, kemudian dikeroyok secara ramai–ramai dan dipukuli hingga badannya luka–uka dan bercucuran darah. Perasaan orang berbeda–beda melihat hal tersebut, ada yang merasa kasihan dan iba dan ada juga yang merasa terus berteriak pukul dia.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa setiap orang mempunyai perasaan yang berbeda–beda, atau dengan kata lain bahwa perasaan itu bersifat perseorangan Perasaan meliputi rasa senang, susah, cinta, benci, bahagia, sengsara, simpati, empati dsb.

d.   Bekerja

Menurut Widharta, et al. (2015) bekerja adalah kegiatan manusia yang di lakukan secara rutin atas dasar kewajiban dan tanggung jawab untuk dirinya sendiri,orang lain juga Perusahaan tanpa merugikan siapapun. Dalam pekerjaan terkandung tiga aspek yang harus dipenuhi individu secara nalar, yaitu sebagai berikut.

1)  Aktifitas yang dilakukan karena ada dorongan tanggung jawab.

2)  Apa yang dilakukan karena kesengajaan dan terencana. Oleh karena itu terkandung didalamnya suatu gabungan antara rasa dan rasio.

3)  Yang dilakukan karena ada tujuan yang luhur, yang memberi makna bagi dirinya. Bukan hanya sekedar kepuasan biologis akan tetapi untuk mewujudkan yang diinginkannya agar dirinya mempunyai arti.

Bekerja ini dilakukan dengan sadar untuk hasil dan kondisi yang lebih baik.

e.   Beragama

Menurut Hasan (2022) manyak ahli menyebutkan agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “a” yang berarti tidak dan “gama” yang berarti kacau. Jamak agama berarti tidak kacau. Dengan demikian agama itu adalah peraturan, yaitu peraturan yang mengatur keadaan manusia, maupun mengenai sesuatu yang gaib, mengenai budi pekerti dan pergaulan hidup bersama. Ada beberapa istilah dari agama, antara lain religi, religion (Inggris), religie (Belanda), religio (Bahasa Latin), dien (Arab). Dalam bahasa Arab, agama di kenal dengan kata al-din dan al-milah. Kata al-din mengandung beberapa arti al-mulk (kerajaan), al-izz (kejayaan), al-dzull (kehinaan), al-ikrah (pemaksaan), al-ihsan (kebajikan), aladat (kebiasaan), al-ibadat (pengabdian), al-tha‟at (taat), alislam al-tauhid (penyerahan dan mengesakan Tuhan). Agama adalah proses hubungan manusia yang dirasakan terhadap sesuatu yang diyakininya, bahwa sesuatu lebih tinggi dari pada manusia. Sedangkan definisi lain menyebutkan agama sebagai system simbol, sistem keyakinan, sistem nilai dan sistem perilaku yang terlembaga, yang kesemuanya terpusat pada persoalan-persoalan yang dihayati sebagai maknawi (ultimate Mean

Hipotetiking).

Dengan beragama maka munculnya sikap beriman, bertakwa, bersabar, bersyukur dan lain sebagainya.

f.    Berbahasa

Menurut Herniti (2010) bahasa adalah salah satu ciri yang paling khas manusiawi yang membedakannya dari makhluk lain. Bahasa membuat manusia menjadi makhluk yang bermasyarakat karena bahasa merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan, ide-ide, keinginan, dan perasaan dari pembicara kepada lawan bicara.

Bahasa dapat berupa verbal dan non verbal, lisan dan non tulisan dan lain sebagainya.

 

Sumber :

Cholik, A. A. (2015). Relasi Akal dan Hati menurut al-Ghazali. KalimaH, 13(2), 287. https://doi. org/10. 21111/klm. v13i2. 290

Hasan, Maulana Achmad (2022) Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dengan Metode Insersi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Kurikulum dan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Di SMA NU Al-Ma’ruf Kudus). Masters Thesis, IAIN KUDUS. http://repository.iainkudus.ac.id/8906/5/5.%20BAB%20II.pdf

Djamaluddin, A. (2014). FILSAFAT PENDIDIKAN (Educational Phylosophy). https://jurnal. umpar. ac. id/index. php/istiqra/article/view/208/181

Herniti, Ening. (2010). Bahasa dan Kelahirannya. Adabiyyat, 9 (1). pp. 107-132. ISSN 1412-3509 https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/39901/1/Bahasa%20dan%20Kelahirannya.pdf

Setiawan, Daryanto. (2018). Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya Impact of Information Technology Development and Communication on Culture Daryanto Setiawan. SIMBOLIKA, 4(1). http://ojs. uma. ac. id/index. php/simbolika

Widharta, Prayogi Harry, Maroah, Sity dan Wardhana, Andy. (2015). Pengaruh Etika Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya. Other thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar