Minggu, 09 Agustus 2026

Karakterisasi Molekuler Papaya ringspot virus tipe P pada Tanaman Mentimun di Jawa

 

Karakterisasi Molekuler Papaya ringspot virus tipe P pada Tanaman Mentimun di Jawa 

A.     Struktur Organisme

Virus ini merupakan anggota dari genus Potyvirus, famili Potyviridae yang mempunyai sebaran geografi yang luas.

M

Nk      Kr

Bs     Kp      Sg     K+     K-

Hasil amplifikasi DNA PRSV dari sampel mentimun asal Jawa menggunakan primer RSV326/PRSV800. Nk, Nganjuk-Jawa Timur; Kr, Kediri-Jawa Timur; Tg, Tulungagung- Jawa Timur; Sg, Subang-Jawa Barat; Im, Indramayu-Jawa Barat;  Bg,  Bogor-Jawa  Barat; Kp, Kulon Progo-Yogyakarta;  Kn,  Klaten-Jawa  Tengah;  Bs,  Brebes-Jawa  Tengah  dan;  M, Penanda DNA 1 kb (Thermo Scientific).


Adapun variasi daun pada tanaman mentimun yang ditemukan di Jawa, daun sehat, mosaik kuning, mosaik hijau muda dan klorosis yang menampilkan gejala infeksi virus.


Gambar 1. Variasi daun pada tanaman mentimun yang ditemukan di Jawa, berturut-turut daun sehat, mosaik kuning, mosaik hijau muda dan klorosis yang menampilkan gejala infeksi virus.

 

 

Analisis filogenetika menunjukkan bahwa 4 isolat PRSV-P yang dipelajari membentuk satu cabang  dengan  isolat  PRSV-P  asal Bali. Hasil ini menunjukkan PRSV-P yang dipelajari berasal dari Indonesia.


Gambar 2. Pohon filogenetika PRSV-P dari sampel mentimun asal Jawa

B.    Peran

Beberapa virus merupakan parasit patogen untuk beberapa spesies, termasuk salah satunya adalah PRSV. Pada awal tahun 2012 PRSV-P pertama kali dilaporkan menginfeksi tanaman pepaya di Aceh, Indonesia. Setelah itu dilaporkan juga di Medan, Bogor, dan Bali dengan insidensi penyakit mencapai 100%. Berdasarkan kisaran tanaman inangnya, PRSV dibedakan atas PRSV-P dan PRSV tipe W (PRSV-W). PRSV-P menginfeksi Caricaceae dan Cucurbitaceae, sedangkan PRSV-W hanya menginfeksi Cucurbitaceae. Infeksi PRSV-P dilaporkan pertama kali di Hawai pada tahun 1949. Galur PRSV yang sama juga dilaporkan menginfeksi tanaman pepaya di Polinesia dan Afrika Utara pada tahun 2005. Adanya infeksi PRSV-W dilaporkan pertama kali di Australia pada tahun 1991 kemudian di Sudan dan Kuba pada tahun 2015. Infeksi PRSV-P juga dilaporkan di Cina pada tanaman peria (Momordica charantia).

 

C.    Perkembangbiakan

PRSV dapat ditularkan melalui vektor kutu daun, seperti Aphis gossypii, A. craccivora, dan Myzus persicae secara nonpersisten, secara mekanis, dan tidak bersifat tular benih. PRSV menyebabkan gejala mosaik pada daun, batang, dan tangkai, serta bercak hijau tua pada buah papaya.

 

D.    Spesies

Berdasarkan kisaran tanaman inangnya, PRSV dibedakan atas PRSV-P dan PRSV-W. PRSV-P menginfeksi Caricaceae dan Cucurbitaceae, sedangkan PRSV-W hanya menginfeksi Cucurbitaceae. Infeksi PRSV-P dilaporkan pertama kali di Hawai pada tahun 1949. Galur PRSV yang sama juga dilaporkan menginfeksi tanaman pepaya di Polinesia dan Afrika Utara pada tahun. Adanya infeksi PRSV-W dilaporkan pertama kali di Australia pada tahun 1991 kemudian di Sudan dan Kuba pada tahun 2015. Infeksi PRSV-P juga dilaporkan di Cina pada tanaman peria (Momordica charantia).

Di Indonesia, pengujian kisaran inang PRSV-P dilaporkan bahwa PRSV-P isolat Medan dan Aceh menyebabkan gejala mosaik ringan pada Cucurbitaceae dengan tingkat keparahan penyakit 40% dibandingkan pada Caricaceae yang mencapai 100%. Hasil survei penyakit tanaman Cucurbitaceae  di  Jawa  yang  dilakukan pada awal tahun 2016 menemukan adanya gejala mosaik dan  berdasarkan  hasil deteksi serologi bereaksi positif dengan antibodi PRSV-P. Adapun PRSV-P yang menginfeksi mentimun di Jawa diteliti memiliki tingkat homologi dengan di Bali.

 

 

 IDENTITAS JURNAL YANG DIREVIEW

 

 

§ Judul Jurnal  : Karakterisasi Molekuler Papaya ringspot virus tipe P pada Tanaman Mentimun di Jawa

§ Penulis          : Listihani, Tri Asmira Damayanti, Sri Hendrastuti Hidayat, dan Suryo Wiyono

§ Volume         : Volume 14, Nomor 3, Mei 2018

§ Publisher      : Jurnal Fitopatologi Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB)

§ Reviewer      : Fatimatuzzahro

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar