Karakterisasi Molekuler Papaya ringspot virus tipe P pada Tanaman
Mentimun di Jawa
A. Struktur Organisme
Virus ini merupakan
anggota dari genus Potyvirus, famili Potyviridae yang mempunyai sebaran
geografi yang luas.
|
M |
|
Nk Kr |
|
Bs Kp Sg K+ K- |
Gambar 1. Variasi daun pada tanaman mentimun yang ditemukan di Jawa, berturut-turut daun sehat, mosaik kuning, mosaik hijau muda dan klorosis yang menampilkan gejala infeksi virus.
Analisis
filogenetika menunjukkan bahwa 4 isolat PRSV-P yang dipelajari membentuk satu
cabang dengan isolat
PRSV-P asal Bali. Hasil ini
menunjukkan PRSV-P yang dipelajari berasal dari Indonesia.
Gambar 2. Pohon filogenetika PRSV-P dari sampel mentimun asal Jawa
B. Peran
Beberapa virus
merupakan parasit patogen untuk beberapa spesies, termasuk salah satunya adalah
PRSV. Pada awal tahun 2012 PRSV-P pertama kali dilaporkan menginfeksi tanaman
pepaya di Aceh, Indonesia. Setelah itu dilaporkan juga di Medan, Bogor, dan
Bali dengan insidensi penyakit mencapai 100%. Berdasarkan kisaran tanaman
inangnya, PRSV dibedakan atas PRSV-P dan PRSV tipe W (PRSV-W). PRSV-P
menginfeksi Caricaceae dan Cucurbitaceae, sedangkan PRSV-W hanya menginfeksi
Cucurbitaceae. Infeksi PRSV-P dilaporkan pertama kali di Hawai pada tahun 1949.
Galur PRSV yang sama juga dilaporkan menginfeksi tanaman pepaya di Polinesia
dan Afrika Utara pada tahun 2005. Adanya infeksi PRSV-W dilaporkan pertama kali
di Australia pada tahun 1991 kemudian di Sudan dan Kuba pada tahun 2015.
Infeksi PRSV-P juga dilaporkan di Cina pada tanaman peria (Momordica
charantia).
C. Perkembangbiakan
PRSV dapat
ditularkan melalui vektor kutu daun, seperti Aphis gossypii, A. craccivora,
dan Myzus persicae secara nonpersisten, secara mekanis, dan tidak
bersifat tular benih. PRSV menyebabkan gejala mosaik pada daun, batang, dan
tangkai, serta bercak hijau tua pada buah papaya.
D. Spesies
Berdasarkan kisaran tanaman inangnya,
PRSV dibedakan atas PRSV-P dan PRSV-W.
PRSV-P menginfeksi Caricaceae
dan Cucurbitaceae, sedangkan PRSV-W hanya
menginfeksi Cucurbitaceae. Infeksi PRSV-P dilaporkan
pertama kali di Hawai pada tahun 1949. Galur
PRSV yang sama juga dilaporkan menginfeksi tanaman pepaya di Polinesia dan Afrika Utara pada tahun.
Adanya infeksi PRSV-W dilaporkan
pertama kali di Australia pada tahun 1991 kemudian di Sudan dan Kuba pada tahun 2015. Infeksi PRSV-P juga dilaporkan di Cina pada
tanaman peria (Momordica charantia).
Di Indonesia, pengujian kisaran inang
PRSV-P dilaporkan
bahwa PRSV-P isolat Medan dan Aceh menyebabkan gejala mosaik ringan pada
Cucurbitaceae dengan tingkat keparahan penyakit 40% dibandingkan pada
Caricaceae yang mencapai 100%. Hasil survei penyakit tanaman Cucurbitaceae di
Jawa yang dilakukan pada awal tahun 2016 menemukan adanya
gejala mosaik
dan berdasarkan hasil deteksi serologi bereaksi positif
dengan antibodi PRSV-P. Adapun PRSV-P yang
menginfeksi mentimun di Jawa diteliti memiliki tingkat homologi dengan di Bali.
§ Judul Jurnal : Karakterisasi
Molekuler Papaya ringspot virus tipe
P pada Tanaman Mentimun di Jawa
§ Penulis : Listihani, Tri Asmira Damayanti, Sri
Hendrastuti Hidayat, dan Suryo Wiyono
§ Volume : Volume 14, Nomor 3, Mei 2018
§ Publisher : Jurnal Fitopatologi Indonesia, Institut
Pertanian Bogor (IPB)
§ Reviewer : Fatimatuzzahro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar