Selasa, 15 Februari 2022

Mekanisme Sistem Pertahanan Tubuh

 

MEKANISME SISTEM PERTAHANAN TUBUH 


A.    LATAR BELAKANG

Manusia sebagai makhluk hidup  berada di  lingkungan yang kompleks. Di sekitar manusia banyak sekali bahan organik maupun anorganik, baik yang hidup maupun yang mati. Keberadaan mereka bisa menjadi keuntungan bagi manusia, tetapi tidak hanya keuntungan yang didapat, kerugian pun dapat diterima manusia.

Bahan-bahan yang merugikan, seperti yang berasal dari hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, virus, parasit, debu, uap, asap, dan sebagainya, jikamasuk ke dalam tubuh manusia dapat menimbulkan penyakit.

Mengingat manusia tidak dapat hidup dalam dunia yang  steril, yang terhindar dari berbagai macam penyakit, maka manusia harus memilki sistem pertahanan tubuh yang kuat. Sistem pertahanan tubuh merupakan suatu sistem yang  terus menerus melakukan kegiatan dan tidak pernah melalaikan tugasnya, di mana sistem pertahanan tubuh ini melindungi tubuh siang dan malam dari semua jenis penyerang atau bahan yang bersifat patogen bagi  tubuh manusia. sistem pertahanan tubuh bekerja dengan penuh keekunan, layaknya pasukan tempur yang siap mebombardir musuh, dalam hal ini konfigurasi atau benda asing, yang datang atau masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena keberadaan sistem pertahan tubuh di dalam tubuh manusia sangat harus mendapatkan perhatian penuh agar sistem tersebut dapat bekerja dengan optimal, sehingga kita sebagai manusia dapat terhindar dari penyakit yang dapat merugikan kita.

Agar sistem pertahanan tubuh dapat bekerja dengan optimal, maka kita sebagai manusia harus memahami bagaimana mekanisme sistem pertahanan tubuh  mempertahankan tubuhnya dari serangan-serangan konfigurasi asing yang masuk.

Sistem pertahanan tubuh dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mulus berhasil, tapi banyak rintangan yang menghadang, bahkan kekalahan sistem pertahanan tubuh sering terjadi.

Untuk mengetahui permasalahan mekanisme saat antigen  masuk ke dalam tubuh dan pemecahan masalah mekanisme pertahanan melawan antigen akan dipapar pada pembahasan berikutnya.

B.     MEKANISME SAAT ANTIGEN MASUK DALAM TUBUH

Benda atau konfigurasi asing yang masuk ke dalam tubuh disebut dengan Antigen. Secara fungsional antigen dapat dibagi menjadi dua, yaitu imunogen dan hapten.

1.      Imunogen

Imunogen merupakan bahan yang dapat menimbulkan respon imun atau dapat disebut pula sebagai antigen yang dapat merangsang kekebalan tubuh dengan sangat kuat terutama dalam konteks imunitasproreaktif terhadap organisme patogen yang masuk ke dalam tubuh.

Determinan antigen yang disebut juga sebagai epitop merupakan bagian yang menginduksi pembentukan antibodi yang dapat diikat dengan spesifik oleh bagian dari antibodi atau reseptor pada limfosit. Bagian antibodi yang mengikat epitop tersebut disebut dengan paratop.

2.      Hapten

Hapten adalam molekul yang dapat bereaksi dengan antibodi yang sudah ada, tetapi tidak dapat merangsang pembentukan antibodi secara langsung.

Hapten merupakan determinan antigen engan berat molekul yang kecil. Oleh karenanya akan berubah menjadi imunogen jika sudah berkonjugasi dengan protein pembawa yang besar yang juga merupakan benda asing.

Biasanya haptean dikenal oleh sel B, sedangkan protein pembawanya dikenal oleh sel T. Hapten ini membentuk epitop pada molekul pembawa yang dikenal sistem imun dan merangsang pembentukan antibodi tubuh.

Berdasarkan epitop atau determinan antigen terbagi ke dalam empat macam, yaitu:

1.       Unideterminan, univalen. Molekul antigen hanya memiliki datu jenis determinan atau epitop.

2.      Unideterminan, multivalen. Molekul antigen hanya memiliki satu jenis determinan dengan dua atau lebih determinan tersebut .

3.      Multideterminan, univalen. Molekul antigen memiliki banyak jenis determinan, tetapi hanya terdapa satu determinan pada tiap jenisnya.

4.      Multideterminan, multivalen. Molekul antigen memiliki banyak determinan dan juga memiliki banyak determinan pada tiap jenisnya.

Berdasarkan ketergantungan terhadap sel T, antigen dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu :

1.      T.independen, yang dapat merangang sel B tanpa bantuan sel T. untuk membentuk antibodi.

2.      T. dependen, yang memerlukan pengenalan (sensitasi) oleh sel T dan sel B terlebih dahulu untuk mendapatkan respon dari antibodi.

 

Berdasarkan sifat kimianya antigen dapat dibagi kedalam 4 macam, yaitu :

1.      Hidrat arang, yang biasanya imunogenik.

2.      Lipid, bukan imunogenik dan akan menjadi imunogenik jika dibawaprotein pembawa.

3.      Asam nukleat, bukan imunogenik, tapi akan menjadi imunogenik jika terbawa protein pembawa.

4.      Protein, bersifat imunogenik.

 

Antigen masuk ke dalam bisa melalui pernapasan, pencernaan (bersama-sama dengan makanan), kulit sebagai pelindung tubuh terluar, dan bisa juga dari saluran anus, uretra, dan reproduksi (vagina).

Pada dasarnya konfigurasi asing yang masuk ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan antibodi, tetapi terdapat beberapa masalah yang mungkin terjadi. Masalah-masalah tersebut dapat muncul berupa pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

1.      Mengapa respon terhadap suatu antigen tidak berjalan terus menerus dapat menjadi lebih berat ? bahkan sistem pertahanan tubuh tidak dapat mengendalikannya ?

2.      Mengapa fetus yang merupakan suatu alo-transplan tidak ditolakoleh respon imun ibu terhadap antigen asal ayah atau mengapa ada antigen yang masuk tidak merangsang pembentukan antibodi ?

3.      Mengapa respon imun terhadap antigen-antigen tubuh sendiri hanya merupakan hal-hal yang luar biasa dan bukan merupakan halyang biasa-biasa saja ?

Jawaban dari  pertanyaan-pertanyaan di atas akan dikelaskan pada pembahasan berikut.

1.      Toleransi

Toleransi adalah tidak terdapatnya respon imun pada seseorang yang spesifik atau imnokompeten, yaitu kurang mengekspresikan imunitas humoral atau selular terhadap satu atau lebih antigen pesifik. Hal ini disebabkan karena hilangnya fungsi sel B dan sel Tuhan yang reaktif terhadap antigenyang datang.

2.      Regulasi Oleh Antigen

Antigen yang dimasukkan ke dalam tubuh tidak langsung menimbulkan respon imun, tetapi butuh dosis, waktu pemberian, sifat, komposisi antigen (protein  dan hidrat  arang) yang tepat agar respon imun terbentuk. Dan juga ada antigen yang  tidak menimbulkan respon imun jika tidak mencapai suatu daerah tertentu dari tubuh, seperti antigen imunogenik dengan tempat di jaringan limfoid.

Jadi, jika kurang tepatnya keadaan faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan respon imun tidak terdapati.

3.      Hipersensitifitas

Jika toleransi dan regulasi antigen menyatakan tidak terbentuknya antibodi ketika antigen masuk, jutruhipersensitiitas menyatakan respon imun yang berlebihan dalam melawan antigen yang masuk.

Pada hakikatnya antibodi yang terbentuk merupakan suau usaha untuk melawan antigen yang masuk agar kita terhindar dari penyakit ataubahaya yang ditimbulkan oleh antigen tersebut, tapi ada kalanya respon yang berlebihan dari sistem imun tubuh dapat membahayakan bagi tubuh itu sendiri atau dapat merusak tubuh itu sendiri. Reaksi imun patologik yang terjadi akibat dari respon imun yang berlebihan, sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh ini disebut dengan hipersensitifitas.

  

C.    MEKANISME PERTAHANAN MELAWAN ANTIGEN

Walaupun kita hidup di lingkungan yang kompleks, yang banyak sekali antigen di sekitar kita, tetapi kita mempunyai sistem kekebalan tubuh yang dapat melawan dan menghambat laju dari antigen dalam mencegah mencegah perkembangbiakan antigen di dalam tubuh.

Setelah antigen masuk ke dalam tubuh, tidak serta mertaantigen dapat menginduksi dan berkembang di dalam tubuh, tetapi antigen akan melalui serangkaian rintangan yang diciptakan oleh tubuh.

Adapun rintangan yang dihadapai olehantigen adalah sebagai berikut :

1.      Sistem imun nonspesifik

Rintangan yang pertama dihadapi oleh antigen adalah sistem imun nonpesifik. Respon imun nonspesifik merupakan respon tubuh langsung ketika antigen masuk, yaitu berupa komponen tubuh normal  yang selalu ditemukan pada individu sehat yang sifatnya tidak ditujukan pada antigen tertentu, artinya sistem imun nonspesifik akan melawan antigen apapun yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, sistem imun nonspesifik merupakan pertahanan awal dari serangkaian mekanisme perlawanan yang akan dihadapi oleh antigen. Respon imun nonpesifik meliputi beberapa proses yaitu :

a.      Pertahanan fisik/mekanik

Pertahanan fisik/mekanik adalah pertahanan sistem imun nonspesifik pertama yang siap melawan antigen yangmasuk. Pertahanan fisik/mekanik ini adalah pertahanan dengan menggunakan sekret yang dihasilkan tubuh.

Kita tahu bahwa antigen di udara begitu banyak, sehingga kita sangat berpotensi menghirup antigen tersebut. Tetapi kita juga memiiliki sistem pertahanan yang selalu siap bekerja. Hidung kita mensekret lendir, sehingga 80-90% antigen yang masuk ke dalam hidung tertahan atau tersapu. Selanjutnya jika antigen tersebut berhasil melewati rintangan yang pertama datang rintangan selanjutnya, yaitu berupa penghalangan oleh bulu-bulu halus atau silia di permukaan sel-sel saluran pernapasan. Pertahanan juga dilakukan oleh sistem pernapasan dengan cara bersin dan batuk agar antigen yang masuk terdorong keluar.

 

Antigen yang masuk ke dalam tubuh juga harus melewati kulit, sebagai bagian terluar dari tubuh yang melindungi bagian dalam tubuh dari segala hal yang mengancam. Walapun kulit dapat dilalui oleh keringat yang keluar dari tubuh, tetapi karena elestisitasnya kulit, lubang tempat jalan keluarnya keringat dapat tertutup ketika keringan tidak keluar.

b.      Pertahanan biokimia

Apabila antigen berhasil melewati serangkaian perlawanan dari sistem pertahanan fisik, antigen pun akan menghadapi pertahanan biokimia. Pertahanan biokimia adalah pertahanan sengan menggunakan sekret tubuh sebagai alat penahan dari serangan antigen.

Antigen yang melakukan penetrasi ke kulit tidak langsung dapat masuk ke dalam jaringan kulit, tetapi akan ditahan oleh pH asam disekret kelenjar keringat dan asam lemak kulit, yang pada sebagian patogen hal tersebut merupakan hal yang beracun.

Bersama dengan makanan yang dikonsumsi tubuh antigen masuk, tetapi untuk dapat menginduksi antigen harus asamnya enzim amilase yangdisekret oleh kelenjar ludah, dan setelah itu antigen akan menghadapi asamnya lambung, dan jika masih berhasil mengalahkan asamnya lambung, antigen akan dihadapkan pada enzim pencernaan yang dihasilkan oleh usus halus, contohnya adalah sekret peptida antibakterial.

Selain dari hidup dalam proses pernapasan, dari kulit sebagai lapisan terluar dari tubuh dan dari mulut sebagai organ masuk makanan, antigen juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem  ekskresi atau organ yang mengeluarkan urin. Melalui alat alat keluarnya urin inipun antigen tidak luput dari perlawanan sistem kekebalan tubuh. Di dalam kandung kemih antigen akan dihadapkan dengan asamnya suasana.

Mata merupakan organ tubuh yang tidak tertutupi oleh kulit. Dan untuk menjga mata agar tidak terinduksi oleh antigen air mata siap mempertahankan wilayahnya dari serangan antigen.

c.       Pertahanan humoral

Pertahanan humoral terdiri dari tiga pertahanan, yaitu pertaanan antibodi dan komplemen, pertahanan interferon dan perthanan C Reaktif Protein (CRP).

1)      Antibodi dan komplemen

Serum normal darah merupakan pertahanan kerja sama antara antibodi dengan komplemen. Antibodi dan komplemen ini dapat menghancurkan dindingsel bakteri antigen proteksi terhadap infeksi.

Komplemen itu sendiri merupkan sejumlah besar protein yang bila diaktifkan akan memberikan proteksi terhadap infeksi dan berperan dalam proses inflamasi. Adapun fungsi dari komplemen itu sendiri adalah sebagai penghancur sel membran bakteri (lisis), pelepas bahan kemotaktik yang mengerahkan makrofag ke tempat bakteri, dan sebagai pengendap pada permukaan bakteri (opsosinasi), sehingga makrofag mudah mengenali atau opsonisasi lalu mamakannya. Asal komplemen berasal dari hepatosit dan monosit yang berada diseluruh tubuh.

2)      Interferon (IFN)

Infeksi virus akan mengalami perlawanan dari interferon yang merupakan produk dariinti sel. Interferon ini merupakan sitokin berupa glikoprotein. Interferon juga merupakan pengaktif sel NK, sehingga sel NK dapat menghancurkan infeksi virus stadium lanjut.

3)      C - Reaktif Protein (CRP)

Ketika infeksi bakterimengganas atau bersifat akut CRP yang merupakan senyawa protein akan meningkat drastis, yng bersama ion kalsium CRP mengikat moleku pada permukaan bakteri atau jamur, sehingga komplemen teraktivasi. CRP juga berupa opsonin yang dapat merangsang proses fagositosis antigen.

d.      Pertahanan seluler

Pertahanan seluler adalah pertahanan tubuh dari serangan  antigen oleh sekelompok sel. Terdapat empat jenis sel yang bertugas pada pos perthanan ini.

1)      Fagosit

Banyak sel yang berperan dalam proses fagositosis antigen, tetapi sel utama yang bertanggung jawab dalam proses ini adalah sel monosit dan granulosit.

Proses  fagositosis ini terjadi melalui serangkaian proses, yaitu penarikan bakteri karena terjadi kemotaksis antara sel bakteri dengan sel fagosit, setelah itu dilakukan pengenalan yang artinya bahwa benda yang sedang dikenali ini apakah self atau nonself, lalu terjadi pengikatan atau penangkapan yang dibantu dengan komplemen dan antibodi, setelah terjadinya pengikatan maka terjadi endositosis yang merupakan proses fogositosis (pembentukan fogosom), dan terjadi fusi lisosomdan fogosom yang menyebabkan kerusakan antigen dan pencernaan antigen, setelah antigen tercerna produk mikroba dilepas dan musnahlah antigen tersebut.

2)      Makrofag

Sel fagosit, seperti monosit dapat berdiferensiasi menjadi sel makrofag. Di dalam hati terdapat sel makrofag kupffer, di dalam kulit sel langerhans dan lain-lain. Karena sel makrofag lebin kompleks dari sel fagosit sel makrofag hidup lebih lama dan membentuk granul dengan produk lisozim, komplemen, interferon dan sitokin. Jadi, makrofag meruapakan alah satu pabrik penghasil pasukan sistem pertahanan tubuh.

3)      Natural Killer Cell (sel NK)

Sel NK merupakan bagian dari limfosit. Fungsi dari sel NK adalah sebagai sistem pertahanan tubuh nonspesifik, artinya semua antigen yang masuk ke wilayah sel NK akan berhadapan dengan sel NK.

4)      Sel Mast

Seperti halnya dengan sel NK,mkrofag dan fagosit, sel mast juga meruapkan sel pertahanan nonspesifik, di mana sel mast juga ikut berperan dalam reaksi alergi dari tubuh.

2.      Sistem  imun spesifik

Apabila antigen berhasil menghadapi sistem imun nonspesifik, maka sistem imun spesifik akan terangsang untuk diproduksi. Respon imun spesifik adalah perlawanan terhadap serangan antigen yang sudah  dikenal atau sudah tersensitasi. Oleh karenanya sel ini hanya mampu menghancurkan konfigurasi asing yang sudah dikenal.

Prosedur kerja dari sistemimun spesifik dimulai dengan pengenalan konfigurasi asing yang masuk, setelah dilakukan pengidentifikasian, antibodi akan mensensitasi sistem imun terhadap konfigurasi asing yang tadi masuk. Apabila suatu saat bertemu lagi dengan konfigurasi asing  tersebut antibodi akan memunculkan sensitasi akan konfigurasi asing tersebut, sehingga antibodi dapat memutuskan dengan cara apa konfigurasi asing tersebut diihancurkan.

1)      Sistem imun spesifik  humoral

Sistem imun spesifik humoral adalah sistem imun yangagennya terbuat dari cairan tubuh, yang berperan pada sistem imun ini adalah Limfosit B atau sel B yang berasal dari sumsum tulang belakang sel asal multipoten.

Antigen yang masuk spesifik sistem imun ini akanmerangsang terbentuknya sel B, kemudian sel ini berproliferasi dan berkembang menjadi plasma sel yang kemudian  membentuk antibodi sebagai pertahanan terhadap  serangan antigen.

2)      Sistem imun spesifik seluler

Dalam sistem imun spesifik seluler yang berperanadalah sel T yang dipsoduksi dari umsum tulang belakangdengan diferensiai di kelenjar timus.

v  Kerja sama antara sistem imun nonspesifik dengan sistem imun spesifik

Sitem imun dodspesifik dan sistem imunspesifik salning berinteraksi, di mana sistem imun nonspesifik merupakan perangsang terbentuknya sistem imun spesifik.

Berikut prosedur kerja sama antara sistem imun nonspesifik dengan sistem imun spesifik :

1.      Pada mulanya antigen masuk ke dalam tubuh

2.      Dengan masuknya antigen komplemen teraktivasi, sehinggaterjadi pertempuran antara antigen dengan komplemen danmerangsang sel yang terinfeksi antigen untuk melepaskan interferon.

3.      Dengan terlepasnya interferon sel NK teraktivasi, sehingga antigen yang lolos dari sistem pertahanan yang pertama akan menghadapi sel Nkini.

4.      Apabila sel NK kerepotan menghadapi antigen sel diaktifkan untuk mebantu sel NK dalam menghancurkan antigen tersebut. 

Adapun prosedur lengkapnya adalah sebagai berikut :

1.      antigen yang masuk akan dilawan oleh sistem imun nonspsifik fisik/mekanis

2.      antigen yang lolos akan ditahan sistem imun nonspesifik biokimia.

3.      antigen yang lolos akan behadapan dengan sistem imun nonspesifik humoral.

4.      jika lolos pemroduksian humoral meginaktivasi sel fagosit

5.      antigen yang tidak bisa di lawan dengan fagosit akan berhadapan dengan makrofag

6.      jika makrofag tidak bisa mengendalikan sel T. penolong menerima sinyal dari makrofag.

7.      pada saat itu juga sel T. pembunuh bersiap untuk memperbanyak diri guna melawan antigen

8.      setelah itu limfosit B teraktivasi dan mulai memroduksi antibodi yang sesuai.

9.      apabila antigen lebih tangguh sel T. siap terjun kembali melawan antigen

10.  jika antigen masih diraa lebih kuat sel NK teraktivasi dan mulai menyerbu antigen.

11.  sel T. penekan menghentikan proses ini jika sel NK tidak bisa berkutik melawan antigen

12.  setelah dapat menghancurkan antigen, antigen tersebut terlahteridentifikasi dan menjadi memori yang jika antigen tersebut datang lagi memori tersebut akan muncul, sehingga dapat memilih cara untuk membunuhnya. Hal  ini disebut dengan sensitasi. 

 

D.    KESIMPULAN

Sistem pertahanan tubuh kita adalah sistem yang selalu terjaga untuk mempertahankan tubuh dari invasi benda asing.

Dalam pertahanan tubuh terdiri banyak proses atau mekanisme yang berurutan, yang  kesemuanya saling berhubungan satu sama lain. yang kesemuanya terprogram dan  terencana.

Benda asing yang masuk ke dalam tubuh disebut dengan antigen. Antigen ini merangsang terbentuknya sistem imun. Antigen masuk ke dalam tubuh kita biasanya melalui kulit, pernapasan, pencernaaan, saluarn ekskresi dan reroduksi.

Antibodi adalah senjata yang tersusun dari protein guna melwan konfigurasi asingyang masuk ke dalam tubuh.

Sistem imun tubuh terbagi dua: nonspesifik yang sifatnya untuk semua antigen dan spesifik yang sifatnya hanya untuk antigen tertentu.

Proses perlawanan sistem imun tubuh terhadap antigen yang masuk dimulai dengan perlawanan yang dilakukan sistem imun yang nonspesifik, apabila sistem imun yang nonspesifik ini tidak dapat mengendalikan, maka sistem imun spesifik akanterjun membasmi antigen.

Dengan adanya peperangan antara antigen dengan antibodi akan menjadi memori, yang akan diingat jika bertemu kembali dengan antigen tersebut, sehingga dengan memori tersebut sistem imun tubuh dapat menentukan cara yang tepat dalam membasmi antigen tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

 v  Referensi dari buku :

Ø  Bratawidjaja, Karnen Garna. 2002. Imunologi Dasar.  FK-UI : Jakarta

Ø  Volk,Wesley A. dan Margaret F. Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar. Erlanggan : Jakarta

Ø  Pelczar Jr, Michael J.dan E. C. S. Chan. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 2. UI-Press : Jakarta

Ø  Yahya, Harun. 2004. Sistem Kekebalan Tubuh dan Keajaiban di Dalamnya. Dzikra : Jakarta

 

v  Referensi dari internet :

Ø  http://www.kalbefarma.com/files

Ø  http:/www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=245172&kat_id=150

http://www.waspada.co.id/serba_serbi/kesehatan/artikel.php?article_id=86356

Tidak ada komentar:

Posting Komentar