Selasa, 14 April 2020

Pencemaran Lingkungan



PENCEMARAN LINGKUNGAN



A. Lingkungan adalah segala sesuatu di luar organisme ang menjadi kondisi atau persaratan organisme untuk hidup.

B. Pencemaran/kerusakan lingkungan dan upaya pelestariannya
Menurut UU RI No. 23 tahun 1997 pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Jenis-jenis pencemaran :
Menurut tempat terjadinya
  1. Pencemaran air ; infection agent, zat-zat pengikat oksigen, sedimentasi, nutrisi atau unsur hara, pencemar anorganik, zat kimia organik, energi panas dan zat radioaktif. Dampaknya adalah adanya penurunan kualitas air, gangguan kesehatan, mengganggu pemandangan dan mempercepat kerusakan benda. Pengolahan air limbah dengen cara alami dan bantuan alat. Eutrofikasi adalah penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (alga bloom), saat alga mati, dekomposer menghabuskan oksigen pada proses pembusukan, sehingga banyak ikan mati kekurangan oksigen dan juga terjadi pendangkalan air.
  2. Pencemaran udara ; CO, CO2, NO, SO, CFC dan HO. Dampaknya adalah menyebabkan gangguan kesehatan, harta benda, ekosistem dan iklim. Pengendaliannya dengan alat filter udara, pengendap siklon, pengendap sistem gravitasi, pengendap elektrostatik dan filter basah.
  3. Pencemaran tanah ; zat cair dan padat
  4. Pencemaran suara ; suara kendaraan bermotor, pesawat, mesin pabrik, arus lalu lintas dll.
Menurut macam bahan pencemar, pencemaran ada 3 jenis :
  1. Pencemaran kimiawi, seperti radioaktif, logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Ni), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
  2. Pencemaran biologi, seperti Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella thyposa.
  3. Pencemaran fisik, bahan yang sulit terurai, seperti kaleng, botol, plastik dan karet.
Parameter pencemaran lingkungan, untuk mengetahui tingkat pencemaran dalam lingkungan dapat digunakan parameter.

  1. Parameter kimia, dengan mengukur kadar CO2, derajat keasaman / pH, alkalinitas dan kadar logam-logam berat Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Ni).
  2. Parameter biokimia, dengan menghitung BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu kadar oksigen terlarut yang hilang pada sampel air pada waktu dan suhu tertentu, melalui penguraian bahan organik oleh mikroorganisme.
  3. Parameter fisik, dengan mengamati suhu, warna, rasa, bau, kekeruhan dan radioaktivitas.
  4. Parameter biologi, dengan mengamati ada tidaknya mikroorganisme, seperti bakteri, virus, bentos dan plankton.
C. Limbah dan daur ulang limbah
Limbah adalah sumber daya yang telah kehilangan fungsinya. Keberadaannya dalam lingkungan dapat mengganggu keindahan, kenyamanan dan kesehatan. Akumulasi limbah berpotensi menjadi polutan penyebab pencemaran.  Penanganan limbah adalah dengan menggunakan kembali limbah (reuse) dan daur ulang limbah (recycle).
  1. Daur ulang limbah organik, misal sampah rumah tangga berupa sayuran dan dan daun-daun bekas dapat digunakan untuk makanan ternak dan dapat diaur ulang menjadi pupuk kompos dan biogas.
  2. Daur ulang limbah anorganik, limbah seperti sampah plastik, logam, karet, kaca, sterefoam dan kaleng dapat diolah melalui tahap sanitary landfill (sampah dibuang ke tempat cekung, dipadatkan dan ditimbun), incineration (pembakaran) dan pulverisation (penghancuran).




Kamis, 09 April 2020

MTK X IPS 2

GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI

1. Grafik Fungsi y = sin x

Grafik di atas adalah grafik fungsi y=sin x, untuk membuktikannya menggunakan tahapan berikut :
- Jika sudut yang ingin dibuktikan adalah sudut lancip (sudut 90° atau lebih kecil) maka gunakan tahap 2 dan 3.
- Jika sudut yang ingin dibuktikan adalah sudut tumpul (sudut di atas 90°) maka gunakan tahap 1, 2 dan 3.

Berikut tahapannya :
1. tentukan jarak sudut ke sumbu x terdekat (180° atau 360°), 
2. tentukan nilai di tabel sin cos tan, 

3. kaitkan dengan jembatan keledai : semua sindikat tangannya kosong, 
    - Pada kuadran I semua, baik sin cos mapupun tan, bernilai positif, 
    - Pada kuadran II sindikat, hanya sin yang positif, sedangkan cos dan tan negatif,
    - Pada kuadran III tangannya, hanya tan yang positif, sedangkan sin dan cos negatif,
    - Pada kuadran IV kosong, hanya cos yang positif, sedangkan sin dan tan negatif.
     Ket : No 2 dan 3 urutannya bisa dibalik.


Contoh :
Soal :
Pada grafik y = sin x di atas, buktikan bahwa grafik di atas adalah benar grafik y = sin x dengan cara membuktikan sin 210° 

Jawab :
  • Menentukan jarak sudut ke sumbu x terdekat, sumbu x yang terdekat dengan 210° adalah 180° :
          210° - 180° = 30°
  • Menentukan nilai dengan melihat tabel sin cos tan :
         Berdasarkan tabel di atas sin 30° = 1/2
  • Mengaitkan dengan jembatan keledai semua sindikat tangannya kosong :
         Karena 210° berada di kuadran III 'tangannya' hanya tan yang positif, sedangkan sin dan cos negatif. Jadi,  sin 210° = -1/2
      

2. Grafik Fungsi y = cos x


3. Grafik Fungsi y = tan x


Tugas :
Kerjakan seperti contoh di atas dan diperhatikan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada materi di atas.
Soal : Pada grafik y = sin x, y = cos x dan y = tan x di atas, buktikan bahwa grafik di atas adalah benar dengan cara membuktikan :
  1. Sin 135° : Agung Nurhakim
  2. Sin 180° : Agus Salim
  3. Sin 225° : Akbar Nahu
  4. Sin 240° : Aldi Mu'arif Putra
  5. Sin 270° : Aris Anggi Alfarizi
  6. Sin 315° : Asyiqin
  7. Sin 360° : Esen Aa Fakhri
  8. Cos 120° : Moh. Wildan
  9. Cos 135° : Muhammad Badar Mubin
  10. Cos 150° : Nuril Anwar
  11. Cos 180° : Tubagus Badra Lelana
  12. Cos 210° : Wahyu Herdiana
  13. Cos 225° : Amanda Devina
  14. Cos 240° : Amelia Putri
  15. Cos 270° : Anis Marsela
  16. Cos 300° : Cahyuti
  17. Cos 315° : Hanifa Ababil
  18. Cos 330° : Hay Runisah
  19. Cos 360° : Jihan Maulidah
  20. Tan 120° : Khoirunisa
  21. Tan 135° : Nailah Farikhah
  22. Tan 150° : Nazzla Laila Mubarokah
  23. Tan 180° : Nur Siti Komarriyah
  24. Tan 210° : Putri Fitri Rahmatika
  25. Tan 225° : Saona
  26. Tan 240° : Siti Juaeriyah
  27. Tan 270° : Umi Sangadah
  28. Tan 300° : Zulfatul Khoiri
  29. Tan 315° : Supiani

MTK X IPS 1

GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI

1. Grafik Fungsi y = sin x

Grafik di atas adalah grafik fungsi y=sin x, untuk membuktikannya menggunakan tahapan berikut :
- Jika sudut yang ingin dibuktikan adalah sudut lancip (sudut 90° atau lebih kecil) maka gunakan tahap 2 dan 3.
- Jika sudut yang ingin dibuktikan adalah sudut tumpul (sudut di atas 90°) maka gunakan tahap 1, 2 dan 3.

Berikut tahapannya :
1. tentukan jarak sudut ke sumbu x terdekat (180° atau 360°), 
2. tentukan nilai di tabel sin cos tan, 

3. kaitkan dengan jembatan keledai : semua sindikat tangannya kosong, 
    - Pada kuadran I semua, baik sin cos mapupun tan, bernilai positif, 
    - Pada kuadran II sindikat, hanya sin yang positif, sedangkan cos dan tan negatif,
    - Pada kuadran III tangannya, hanya tan yang positif, sedangkan sin dan cos negatif,
    - Pada kuadran IV kosong, hanya cos yang positif, sedangkan sin dan tan negatif.
     Ket : No 2 dan 3 urutannya bisa dibalik.


Contoh :
Soal :

Pada grafik y = sin x di atas, buktikan bahwa grafik di atas adalah benar grafik y = sin x dengan cara membuktikan sin 210°

Jawab :
  • Menentukan jarak sudut ke sumbu x terdekat, sumbu x yang terdekat dengan 210° adalah 180° :
          210° - 180° = 30°
  • Menentukan nilai dengan melihat tabel sin cos tan :
         Berdasarkan tabel di atas sin 30° = 1/2
  • Mengaitkan dengan jembatan keledai semua sindikat tangannya kosong :
         Karena 210° berada di kuadran III 'tangannya' hanya tan yang positif, sedangkan sin dan cos negatif. Jadi,  sin 210° = -1/2
      

2. Grafik Fungsi y = cos x


3. Grafik Fungsi y = tan x


Tugas :

Kerjakan seperti contoh di atas dan diperhatikan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada materi di atas.

Soal : 
Pada grafik y = sin x, y = cos x dan y = tan x di atas, buktikan bahwa grafik di atas adalah benar dengan cara membuktikan :
  1. Sin 135° : Achmad Sahal
  2. Sin 180° : Achmaruddin
  3. Sin 225° : Algiyana Diki Rivaldi
  4. Sin 240° : Alhad Ali Ahmad
  5. Sin 270° : Chairul Hadi
  6. Sin 315° : Fajar Abdul Wahab
  7. Sin 360° : Fajar Sidiq
  8. Cos 120° : Muhamad Lutfi Firdaus
  9. Cos 135° : Muhamad Riyan Fadilah
  10. Cos 150° : Muhamad Izul Jazuli
  11. Cos 180° : Munawwirul Afaq
  12. Cos 210° : Rezka Arya Maulana
  13. Cos 225° : Sulthan Hasanuddien Agung
  14. Cos 240° : Ade Nur Aisya
  15. Cos 270° : Ayu Susilawati
  16. Cos 300° : Ceri Novramdani
  17. Cos 315° : Fatimah Azzahra
  18. Cos 330° : Fatimah Lutfi
  19. Cos 360° : Ira Mulyani
  20. Tan 120° : Khoirun Nisa
  21. Tan 135° : Nazatul Budi Rohimah
  22. Tan 150° : Putri Ayu Handayani
  23. Tan 180° : Rani
  24. Tan 210° : Rika Apriani
  25. Tan 225° : Siti Amaliah
  26. Tan 240° : Siti Fauziyah
  27. Tan 270° : Sri Wulandari
  28. Tan 300° : Tita Husnaeni
  29. Tan 315° : Tiyas Alsifa
  30. Tan 330° : Dianing
  31. Tan 360° : Diki RSP
  32. Tan 90° : Farid Ali

MTK X MIPA

GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI

1. Grafik Fungsi y = sin x

Grafik di atas adalah grafik fungsi y=sin x, untuk membuktikannya menggunakan tahapan berikut :
- Jika sudut yang ingin dibuktikan adalah sudut lancip (sudut 90° atau lebih kecil) maka gunakan tahap 2 dan 3.
- Jika sudut yang ingin dibuktikan adalah sudut tumpul (sudut di atas 90°) maka gunakan tahap 1, 2 dan 3.

Berikut tahapannya :
1. tentukan jarak sudut ke sumbu x terdekat (180° atau 360°), 
2. tentukan nilai di tabel sin cos tan, 

3. kaitkan dengan jembatan keledai : semua sindikat tangannya kosong, 
    - Pada kuadran I semua, baik sin cos mapupun tan, bernilai positif, 
    - Pada kuadran II sindikat, hanya sin yang positif, sedangkan cos dan tan negatif,
    - Pada kuadran III tangannya, hanya tan yang positif, sedangkan sin dan cos negatif,
    - Pada kuadran IV kosong, hanya cos yang positif, sedangkan sin dan tan negatif.
     Ket : No 2 dan 3 urutannya bisa dibalik.


Contoh :
Soal :

Pada grafik y = sin x di atas, buktikan bahwa grafik di atas adalah benar grafik y = sin x dengan cara membuktikan sin 210° 

Jawab :
  • Menentukan jarak sudut ke sumbu x terdekat, sumbu x yang terdekat dengan 210° adalah 180° :
          210° - 180° = 30°
  • Menentukan nilai dengan melihat tabel sin cos tan :
         Berdasarkan tabel di atas sin 30° = 1/2
  • Mengaitkan dengan jembatan keledai semua sindikat tangannya kosong :
         Karena 210° berada di kuadran III 'tangannya' hanya tan yang positif, sedangkan sin dan cos negatif. Jadi,  sin 210° = -1/2
      

2. Grafik Fungsi y = cos x


3. Grafik Fungsi y = tan x


Tugas :


Kerjakan seperti contoh di atas dan diperhatikan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada materi di atas.

Soal : 
Pada grafik y = sin x, y = cos x dan y = tan x di atas, buktikan bahwa grafik di atas adalah benar dengan cara membuktikan :
  1. Sin 135° : Abdul Khalim
  2. Sin 180° : Agin Ginanjar Yusuf
  3. Sin 225° : Alfin Maulana
  4. Sin 240° : Alfiyana 
  5. Sin 270° : Ali Jenal Abidin
  6. Sin 315° : Alvan Nurtamam
  7. Sin 360° : Bayu Ramdan
  8. Cos 120° : Edwin Alfarizzi
  9. Cos 135° : Fadhel Abbas
  10. Cos 150° : Fathu Syifa Nur Rifqi
  11. Cos 180° : Hibat Fajar Ramadhani
  12. Cos 210° : Mahfud Saefudin 
  13. Cos 225°: Muhammad Aliya Zein
  14. Cos 240° : Mulyono
  15. Cos 270° : Raihan Noufal Laniansyah
  16. Cos 300° : Salahuddin Rizqi 
  17. Cos 315° : Annisa
  18. Cos 330° : Efi Elfiyani 
  19. Cos 360° : Fatimatul Azizah
  20. Tan 120° : Fegi Oktaviani
  21. Tan 135° : Fitria Munawaroh
  22. Tan 150° : Fitriyani
  23. Tan 180° : Intan Fadillah
  24. Tan 210° : Jihana Putri Alin
  25. Tan 225° : Lintang Nurul Aulia
  26. Tan 240° : Luthfiya Tuzzuhro
  27. Tan 270° : Mar'atus Sholihah
  28. Tan 300° : Miselia
  29. Tan 315° : Nayla Mukarromah
  30. Tan 330° : Nihayatunnur
  31. Tan 360° : Nofia Isti'anah
  32. Tan 0° : Ria Yulianti 
  33. Tan 30° : Siti Mariyah 
  34. Tan 45° : Siti Mas'amah 
  35. Tan 60° : Siti Nur Azizah 
  36. Tan 90° : Syifa'ul Hidayah 

Rabu, 08 April 2020

HIV dan AIDS

BAHAYA HIV dan AIDS


Pengertian HIV dan AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Obat atau metode penanganan HIV belum ditemukan. Dengan menjalani pengobatan tertentu, pengidap HIV bisa memperlambat perkembangan penyakit ini, sehingga pengidap HIV bisa menjalani hidup dengan normal. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, maka tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.
Faktor Risiko HIV dan AIDS
Kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi, antara lain:
  1. Orang yang melakukan hubungan intim tanpa kondom, baik hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.
  2. Orang yang sering membuat tato atau melakukan tindik.
  3. Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.
  4. Pengguna narkotika suntik.
  5. Orang yang berhubungan intim dengan pengguna narkotika suntik.

 

Penyebab HIV dan AIDS

Di negara Indonesia, penyebaran dan penularan HIV paling banyak disebabkan melalui hubungan intim yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik yang tidak steril saat memakai narkoba. Seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada orang lain, bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular. Semua orang berisiko terinfeksi HIV.

 

Gejala HIV dan AIDS

Tahap Pertama:

  1. Pengidap akan mengalami nyeri mirip, seperti flu, beberapa minggu setelah terinfeksi, selama satu hingga dua bulan.
  2. Dapat tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa tahun.
  3. Dapat timbul demam, nyeri tenggorokan, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, kelelahan, nyeri otot, dan sendi.

Tahap Kedua:

  1. Umumnya, tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun.
  2. Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.
  3. Penularan infeksi sudah bisa dilakukan pengidap kepada orang lain.
  4. Berlangsung hingga 10 tahun atau lebih.

Tahap Ketiga:

  1. Daya tahan pengidap rentan, sehingga mudah sakit, dan akan berlanjut menjadi AIDS.
  2. Demam terus-menerus lebih dari sepuluh hari.
  3. Merasa lelah setiap saat.
  4. Sulit bernapas.
  5. Diare yang berat dan dalam jangka waktu yang lama.
  6. Terjadi infeksi jamur pada tenggorokan, mulut, dan vagina.
  7. Timbul bintik ungu pada kulit yang tidak akan hilang.
  8. Hilang nafsu makan, sehingga berat badan turun drastis.

Diagnosis HIV dan AIDS

Tes HIV harus dilakukan untuk memastikan seseorang mengidap HIV atau tidak. Pemeriksaan yang dilakukan sebagai langkah diagnosis adalah dengan mengambil sampel darah atau urine pengidap untuk diteliti di laboratorium. Jenis pemeriksaan untuk mendeteksi HIV, antara lain:
  1. Tes antibodi. Tes ini bertujuan mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi HIV. Meski akurat, perlu waktu 3-12 minggu agar jumlah antibodi dalam tubuh cukup tinggi untuk terdeteksi saat pemeriksaan.
  2. Tes antigen. Tes antigen bertujuan mendeteksi protein yang menjadi bagian dari virus HIV, yaitu p24. Tes antigen tersebut dapat dilakukan 2-6 minggu setelah pengidap yang dicurigai terinfeksi HIV.
Jika skrining menunjukkan pengidap terinfeksi HIV (HIV positif), pengidap perlu menjalani tes selanjutnya, untuk memastikan hasil skrining, membantu dokter mengetahui tahap infeksi yang diderita, serta menentukan metode pengobatan yang tepat. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pengidap, untuk selanjutnya diteliti di laboratorium. Tes tersebut, antara lain:
  1. Hitung sel CD4. CD4 adalah bagian dari sel darah putih yang dihancurkan oleh HIV. Jumlah CD4 normal berada dalam rentang 500–1400 sel per milimeter kubik darah. AIDS terjadi jika hasil hitung sel CD4 di bawah 200 sel per milimeter kubik darah.
  2. Pemeriksaan viral load (HIV RNA). Bertujuan untuk menghitung RNA, bagian dari virus HIV yang berfungsi menggandakan diri. Jumlah RNA yang lebih dari 100.000 kopi per mililiter darah, menandakan infeksi HIV baru saja terjadi atau tidak tertangani. Sedangkan jumlah RNA yang berada di bawah 10.000 kopi per mililiter darah, menunjukan perkembangan virus yang tidak terlalu cepat, tetapi kerusakan pada sistem kekebalan tubuh tetap terjadi.
  3. Tes resitensi (kekebalan) dilakukan untuk menentukan obat anti HIV jenis apa yang tepat bagi pengidap. Hal ini dikarenakan beberapa pengidap memiliki resistensi terhadap obat tertentu.

Pengobatan HIV dan AIDS

Meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, tetapi ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral (ARV). ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4. Jenis obat ARV memiliki berbagai varian, antara lain Etravirine, Efavirenz, Lamivudin, Zidovudin, dan juga Nevirapine.
Selama mengonsumsi obat antiretroviral, dokter akan memonitor jumlah virus dan sel CD4 untuk menilai respons pengidap terhadap pengobatan. Hitung sel CD4 akan dilakukan tiap 3–6 bulan. Sedangkan pemeriksaan HIV RNA, dilakukan sejak awal pengobatan, lalu dilanjutkan tiap 3–4 bulan selama masa pengobatan.
Agar perkembangan virus dapat dikendalikan, pengidap harus segera mengonsumsi ARV begitu didiagnosis mengidap HIV. Risiko pengidap HIV untuk terserang AIDS akan semakin besar jika pengobatan ditunda, karena virus akan semakin merusak sistem kekebalan tubuh. Selain itu, penting bagi pengidap untuk mengonsumsi ARV sesuai petunjuk dokter. Konsumsi obat yang terlewat hanya akan membuat virus HIV berkembang lebih cepat dan memperburuk kondisi pengidap.
Segera minum obat jika jadwal konsumsi obat pengidap dan tetap ikuti jadwal berikutnya. Namun jika dosis yang terlewat cukup banyak, segera bicarakan dengan dokter. Kondisi pengidap juga memengaruhi resep atau dosis yang sesuai. Dokter juga dapat menggantinya sesuai dengan kondisi pengidap. Selain itu, pengidap juga boleh untuk mengonsumsi lebih dari 1 obat ARV dalam sehari.

Pencegahan HIV dan AIDS

Terdapat berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan HIV dan AIDS, antara lain:
  1. Hindari pergaulan bebas, berhubungan intim hanya dengan pasangan suami atau istri.
  2. Menggunakan kondom saat berhubungan intim.
  3. Bersikap jujur kepada pasangan jika mengidap positif HIV, agar pasangan juga menjalani tes HIV.
  4. Diskusikan dengan dokter jika didiagnosis positif HIV saat hamil, mengenai penanganan selanjutnya, dan perencanaan persalinan, untuk mencegah penularan dari ibu ke janin.
  5. Bersunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
  6. Jika menduga baru saja terinfeksi atau tertular virus HIV, seperti setelah melakukan hubungan intim dengan pengidap HIV, maka harus segera ke dokter. Agar bisa mendapatkan obat post-exposure prophylaxis (PEP) yang dikonsumsi selama 28 hari dan terdiri dari 3 obat antiretroviral.

Selasa, 07 April 2020

Suksesi Ekologi


SUKSESI


foto : aborday.org

Suatu komunitas tidak berada dalam keadaan statis, namun mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi dalam komunitas dapat diamati dan seringkali perubahan tersebut berupa pergantian ke komunitas lain. Misalnya, ada kebun jagung yang ditinggalkan setelah panen dan tidak ditanami lagi. Di tempat itu akan bermunculan berbagai jenis gulma yang membentuk komunitas. Apabila lahan tersebut dibiarkan cukup lama, dalam komunitas itu akan terjadi pergantian komposisi spesies yang mengisi lahan tersebut. Perubahan secara bertahap pada struktur komunitas sepanjang waktu disebut suksesi. 

Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Dengan perkataan lain suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang. Suksesi terjadi sebagai akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.
Para ahli ekologi telah mempelajari asosiasi antar-organisme dalam beberapa tahap untuk mengetahui mekanisme suksesi. Berdasarkan kondisi habitat pada awal suksesi, dapat dibedakan dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

1. Suksesi primer 
Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya karena tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi.  

Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karena aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan  lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya. Sementara itu, rumput dan  belukar dengan akarnya  yang kuat mengadakan pelapukan lahan. Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai  klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu. 

2. Suksesi Sekunder 
Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, baik secara  alami maupun buatan.  Gangguan  tersebut  tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas  tersebut  substrat lama dan kehidupan masih ada. Contoh gangguan alami misalnya banjir, gelombang laut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja. Contoh suksesi sekunder misalnya ketika padang rumput atau hutan dibersihkan untuk kegiatan pertanian atau penebangan pohon. Jika daerah tersebut ditinggalkan atau didiamkan saja setelah digunakan, akan terjadi suksesi kembali. Padang rumput atau kebun yang ditinggalkan akan ditumbuhi lagi oleh rerumputan baru, perdu, dan pohon-pohon. 

Pada musim kemarau tahun 1.997, api membakar hutan-hutan di kalimantan. Beribu-ribu hektar pohon, perdu, serta rumput terbakar. Banyak hewan mati karena asap dan api. Beberapa hewan lain pindah keluar dari hutan. Abu hasil tumbuhan dan hewan yang terbakar menyediakan nutrisi bagi kecambah atau tunas tumbuhan. Tumbuhan baru akan tumbuh di daerah tersebut dan populasi hewan akan kembali lagi. Hewan-hewan tersebut akan memberi senyawa organik untuk tanah sehingga banyak tumbuhan lain akan hidup di daerah tersebut. Tumbuhan menyediakan makanan lebih banyak untuk herbivora. Beberapa herbivora memberi makan untuk karnivora. Keseluruhan proses tersebut menyebabkan populasi berubah dan komunitas berkembang secara berkesinambungan.

Proses suksesi sangat terkait dengan faktor linkungan, seperti letak lintang, iklim, dan tanah. Lingkungan sangat menentukan pembentukkan struktur komunitas klimaks. Misalnya, jika proses suksesi berlangsung di daerah beriklim kering, maka proses tersebut akan terhenti (klimaks) pada tahap komunitas rumput; jika berlangsung di daerah beriklim dingin dan basah, maka proses suksesi akan terhenti pada komunitas (hutan) conifer, serta jika berlangsung di daerah beriklim hangat dan basah, maka kegiatan yang sama akan terhenti pada hutan hujan tropik.

Proses suksesi sangat beragam, tergantung kondisi lingkungan. Proses suksesi pada daerah hangat, lembab, dan subur dapat berlangsung selama seratus tahun. Coba bandingkan kejadian suksesi pada daerah yang ekstrim (misalnya di puncak gunung atau daerah yang sangat kering). Pada daerah tersebut proses suksesi dapat mencapai ribuan tahun.

Kecepatan proses suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :
  1. Luas komunitas asal yang rusak karena gangguan.
  2. Jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar komunitas yang terganggu.
  3. Kehadiran pemencar benih.
  4. Iklim, terutama arah dan kecepatan angina yang membantu penyebaran biji, sporam dan benih serta curah hujan.
  5. Jenis substrat baru yang terbentuk
  6. Sifat – sifat jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat terjadinya suksesi.
Suksesi tidak hanya terjadi di daratan, tetapi terjadi pula di perairan misalnya di danau dan rawa. Danau dan rawa yang telah tua akan mengalami pendangkalan oleh tanah yang terbawa oleh air. Danau yang telah tua ini disebut eutrofik.

Pada beberapa tempat, suksesi akan berlangsung melalui tahap-tahap sampai faktor biotik dan abiotik seimbang. Komunitas yang mengalami keseimbangan disebut komunitas klimaks. Komunitas klimaks merupakan hasil akhir dari suksesi. Misalnya suksesi rawa menjadi daratan yang merupakan komunitas klimaks.

Tipe komunitas klimaks yang berkembang dibedakan dibedakan oleh faktor-faktor pembatas lingkungan. Di daerah dimana air merupakan faktor pembatas, komunitas klimaksnya adalah gurun. Pada daerah pegunungan, komunitas klimaks terdiri dari lumut kerak dan lumut, serta jarang terdapat pohon karena faktor-faktor pembatasnya adalah suhu, air, dan angin. Sepanjang kondisi lingkungan menjadi konstan maka komunitas klimaks akan bertahan. 

Telah dijelaskan bahwa akhir sukses adalah terbentuknya suatu komunitas klimaks. Berdasarkan tempat terbentuknya, terdapat tiga jenis komunitas klimaks sebagai berikut :
  1. Hidroser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air tawar.
  2. Haloser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air payau
  3. Xeroser yaitu suksesi yang terbentuk di daerah gurun.

Pembentukkan komunitas klimaks sangat dipengaruhi oleh musim dan biasanya komposisinya bercirikan spesies yang dominant. Berdasarkan pengaruh musim terhadap bentuknya komunitas klimaks, terdapat dua teori sebagai berikut :
  1. Hipotesis monoklimaks menyatakan bahwa pada daerah musim tertentu hanya terdapat satu komunitas klimaks
  2. Hipotesis poliklimaks mengemukakan bahwa komunitas klimaks dipengaruhi oleh berbagai faktor abiotik yang salah satunya mungkin dominan.
Skema urutan perkembangan vegetasi pada suksesi primer :
Permukaan tanah terbuka
↓
Vegetasi perintis
↓
Vegetasi cryptogamae/berspora (jamur, ganggang, lumut dan tumbuhan paku)
↓
Vegetasi rumput dan semak
↓
Vegetasi semak belukar
↓
Vegetasi perdu dan pohon
↓
Vegetasi klimaks

Sumber, disadur dari :
Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Erlangga