Usulan Mata Pelajaran Kurikulum Baru
=> SD
- Kelompok A : Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia dan Matematika.
atau
Kelompok A : Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS. IPA dan IPS hanya untuk kelas IV-VI atau V-VI.
- Kelompok B : Seni Budaya dan Prakarya dan Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.
Alokasi waktu per minggu : kelas I 30 JP, II 32, III 34 dan IV-VI 36.
=> SMP
- Kelompok A : Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris.
- Kelompok B : Seni Budaya (termasuk muatan lokal), Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) dan Prakarya (termasuk muatan lokal).
Alokasi waktu per minggu : kelas VII-IX 38 JP
=> SMA dan SMK
- Kelompok A : Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia dan Bahasa Inggris.
- Kelompok B : Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan dan Prakarya.
- Kelompok C (Peminatan, sejak kelas X) :
-- Mata Pelajaran Peminatan Akademik (untuk SMA) : Peminatan Matematika dan Sains (Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia), Peminatan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi dan Antropologi dan Ekonomi) dan Peminatan Bahasa ( Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Arab, Bahasa dan Sastra Mandarin).
-- Mata Pelajaran Peminatan dan Vokasi (untuk SMK) : Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris Vokasi dan Keterampilan/Kejuruan.
- Mata Pelajaran Pilihan (untuk SMA) : Literasi Media, Bahasa Asing Lain (Jepang, Korea, Jerman, Perancis dll), Teknologi Terapan dan Pendalaman Minat atau Lintas Minat)
Alokasi waktu per minggu : Jumlah jam pelajaran yang tersedia 72 JP dan yang harus ditempuh 40 JP untuk SMA, dan untuk SMK 46 JP.
Nb : Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib.
Label
- Biologi (18)
- Kurikulum (8)
- Mapel Tambahan (MTK) (3)
- Organisasi (2)
- Paedagogi (7)
- Pendidikan (5)
- Pengetahuan (1)
- Perangkat Sekolah (13)
- Regulasi Pendidikan (2)
- Rumah Tangga (1)
- Tulisan (7)
Kamis, 27 Desember 2012
Jumat, 16 November 2012
Sosialisasi KTSP
SOSIALISASI KTSP
(PowerPoint)
1. SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL 01.ppt
2. STANDAR PENDIDIKAN NASIONAL 02.ppt
3. RENCANA STRATEGIS 03.ppt
4. STANDAR ISI 04.ppt
5. STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN 05.ppt
6. PELAKSANAAN SI DAN SKL 06.ppt
7. KBK 07.ppt
8. PENYUSUNAN KTSP 08.ppt
9. PENGEMBANGAN SILABUS 09.ppt
10. PENGEMBANGAN RPP 10.PPT
11. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR 11.ppt
12. MULOK 12.ppt
13. PENGEMBANGAN DIRI 13.ppt
14. MODEL PEMBELAJARAN 14.ppt
15. PENILAIAN HASIL BELAJAR 15.ppt
16. PENGEMBANGAN BAHAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN 16.ppt
18. ktsp_smk.pdf
Daftar Regulasi Pendidikan
REGULASI PENDIDIKAN
UNDANG-UNDANG
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002
tentang Hak Cipta
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang No. 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen
PERATURAN
PEMERINTAH
Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun
2008 tentang Guru
Peraturan Pemerintah No 37 Tahun
2009 tentang Dosen
Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun
2008 tentang Pendanaan Pendidikan
Peraturan Pemerintah N0.19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Peraturan Pemerintah Nomor. 10 Tahun
2008 tentang Perubahan Kesepuluh Atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977
Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Pemerintah Nomor. 8 Tahun
2009 tentang Perubahan Kesebelas Atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977
Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.
PP Nomor. 41 Tahun 2009 tentang
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta
Tunjangan Kehormatan Profesor
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun
2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun
2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri
PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG KETENAGAAN
Permendiknas RI Nomor. 12 th 2007
tentang Standar Pengawas Sekolah
Permendiknas RI Nomor 13 th 2007
tentang Standar Kepala Sekolah
Permendiknas RI Nomor 26 Tahun 2008 Tentang
Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah
Permendiknas RI Nomor 27 Tahun 2008
Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Konselor
Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008
Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah
Permendiknas RI Nomor 25 Tahun 2008
Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/ Madrasah
SERTIFIKASI
GURU DAN DOSEN
Permendiknas RI Nomor 11 Tahun 2008
Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007
Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan
Permendiknas RI Nomor 17 Tahun 2008
Tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 42
Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Dosen
Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2008
Tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen Tahun 2008
Permendiknas RI Nomor 63 Tahun 2009
Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
AKREDITASI
SEKOLAH
Permendiknas No. 29 Tahun 2005
tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah-Madrasah
Permendiknas No 11 Tahun 2009
tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SD-MI.
Permendiknas No.12 Tahun 2009
tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMP-MTs
Permendiknas No. 52 Tahun 2008
tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMA-MA
8 STANDAR
PENDIDIKAN DI SEKOLAH
Permendiknas RI Nomor. 22 Tahun 2006
tentang Standar Isi
Permendiknas No. 23 Tahun 2006
tentang Standar Kompetensi Lulusan
Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007
tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007
tentang Standar Pengelolaan
Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007
tentang Standar Penilaian
Permendiknas Nomor 24 Tahuan 2007
tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah
Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007
tentang Standar Proses
Permendiknas RI No. 40 Tahun 2008
tentang Standar Sarana dan Prasana SMK/MAK
Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009
tentang Standar Pembiayaan
LAIN-LAIN
Permendiknas No. 3 tahun 2009
tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan
Tahun Anggaran 2009.
Permendiknas RI Nomor 63 Tahun 2009
Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009
tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya.
Permen dan Reformasi Birokrasi No.
21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya
Permendiknas No. 19 tahun 2010
tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan
Tahun Anggaran 2010 untuk SMP.
Permendiknas No 17 Tahun 2010
tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi
Permendiknas No 20 Tahun 2010
tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria di Bidang Pendidikan
Manfaat Garam
MANFAAT GARAM
Garam rupanya tak
hanya menjadi salah satu bumbu masak wajib dalam setiap masakan. Ini dia antara
lain 25 manfaatnya!
1. Melunakkan Daging. Sebelum diolah, lumuri daging yang telah
dipotong-potong dengan garam. Begitu juga saat merebusnya, masukkan garam ke
dalam air rebusan daging.
2. Meredam Aroma. Pusing dengan segala
macam aroma yang muncul saat Anda memasak? Garam merupakan salah satu pilihan
terbaik untuk meredam bebauan tadi.
3. Cokelat Lezat. Untuk meningkatkan rasa istimewa secangkir cokelat panas, tambahkan sedikit garam meja ke dalam minuman Anda.
5. Mengangkat Jamur. Untuk mengangkat jamur yang membandel, campuran perasan jeruk dengan garam akan bekerja secara menakjubkan.
18. Kerak Hilang. Bila ingin membersihkan setrika dari kerak/noda yang membandel, taburkan garam pada kain yang lembap kemudian setrika seperti biasanya.
3. Cokelat Lezat. Untuk meningkatkan rasa istimewa secangkir cokelat panas, tambahkan sedikit garam meja ke dalam minuman Anda.
5. Mengangkat Jamur. Untuk mengangkat jamur yang membandel, campuran perasan jeruk dengan garam akan bekerja secara menakjubkan.
18. Kerak Hilang. Bila ingin membersihkan setrika dari kerak/noda yang membandel, taburkan garam pada kain yang lembap kemudian setrika seperti biasanya.
4. Penghilang Noda. Baju kesayangan
terkena noda? Jangan gusar. Cobalah menghilangkannya dengan larutan air yang
sudah dicampur garam dan alkohol dengan perbandingan 1:4 lalu gosok dibagian
yang terkena noda.
6. Cegah Rumput Liar. Ada cara mudah untuk
mencegah rumput liar tumbuh di sela-sela bebatuan jalan setapak di taman.
Taburi saja garam di area yang kira-kira akan ditumbuhi rumput liar.
7. Cerahkan Lampu Lama. Garam juga amat baik
untuk membuat penampilan lampu minyak tanah antik koleksi Anda kembali
kinclong.
8. Usir Bau Tak Sedap. Stres gara-gara
saluran cucian piring di dapur mengeluarkan bau tak sedap? Solusinya, siram
dengan air panas yang sudah ditambahi garam. Bau tak sedap pun akan segera
hilang.
9. Apel Segar. Bila tampilan apel
yang akan disajikan kurang menarik dan tampak layu, rendamlah sebentar di dalam
air hangat-hangat kuku yang sudah dibubuhi sedikit garam.
10. Anti Lengket. Sebelum digunakan,
gosokkan sedikit garam pada loyang pancake yang terbuat dari besi. Dijamin
pancake buatan Anda tak akan lengket.
11. Sikat Gigi Awet. Merendam sikat gigi
yang masih baru dalam larutan air garam akan membuat sikat gigi menjadi lebih
awet dipakai.
12. Poci Tampil Baru. Garam juga akan
membersihkan poci kopi yang warnanya sudah dekil kehitaman menjadi tampak baru
lagi.
13. Bathtub Mengilap. Campuran garam dan
terpentin bisa digunakan untuk mengilapkan kembali tampilan bathtub atau
mangkuk wastafel Anda.
14. Mudah Dikupas. Merendam kacang tanah
atau kacang mede dalam air asin (garam) semalaman akan membuatnya mudah dikupas
pada keesokan harinya, tanpa merusak bijinya. Anda pun tak perlu susah payah
lagi menggunakan palu untuk mengupasnya.
15. Logam Cling. Anda bisa
membersihkan aneka perabot yang terbuat dari kuningan, timah putih atau tembaga
dengan pasta buatan sendiri. Caranya? Cukup satukan cuka, garam dan tepung
terigu hingga membentuk adonan pasta.
16. Bunga Segar. Tambahkan sedikit
garam ke dalam vas bunga agar bunga-bunga hidup potong bisa bertahan lebih
lama.
17. Serap Noda. Segera tutup noda
tinta di atas karpet dengan taburan garam, yang akan langsung menyerap noda
tinta tadi sehingga karpet kesayangan bersih kembali.
19. Merebus Ulang. Jika ingin
mempersingkat waktu memasak bahan-bahan yang harus direbus berulang kali,
tambahkan saja sedikit garam ke dalam air rebusannya.
20. Papan Potong yang Berbau Tidak Sedap. Papan potong dengan bau yang tidak sedap
menandakan adanya bakteri, dan ini bukan hanya masalah bau pada papan potong,
tetapi juga merupakan masalah kesehatan. Bakteri dapat dihilangkan dengan
garam, oleh sebab itu usapkan garam pada area papan potong Anda yang beraroma
tidak sedap, biarkan sebentar lalu bilas, papan potong Anda akan menjadi berbau
segar dan menjadi bebas bakteri!
21. Tambal Lubang. Jangan panik bila ada
dinding rumah yang berlubang. Tambal saja lubang tadi dengan adonan yang
terdiri dari sagu dan garam, dengan porsi sama banyak lalu tambahkan sedikit
air.
22. Pie Tak Gosong. Untuk mempersingkat
waktu memanggang, sekaligus agar permukaan kue pie tetap bagus dan bagian
bawahnya tidak gosong, masukkan garam ke atas adonan. Usai memanggang, Anda pun
bisa mudah membersihkan wadahnya saat kue sudah dingin karena tidak lengket.
23. Pembasuh Mata. Untuk meredakan sakit
mata, dalam keadaan darurat gunakan air garam untuk membasuh mata. Bila keluhan
tak berkurang, segeralah memeriksakannya ke dokter mata.
24. Obat Kumur. Air hangat yang telah
dibubuhi sedikit garam merupakan pencuci mulut yang efektif. Begitu juga bila
terkena radang tenggorokan. Masukkan sedikit garam ke dalam air panas, aduk
perlahan lalu gunakan sebagai obat kumur.
25. Gigi Putih. Gigi yang terlihat
kusam akan kembali cemerlang dengan cara menaburkan garam kering ke ujung
bulu-bulu sikat gigi Anda saat akan menggosok gigi.
Tugas dan Fungsi Wali Kelas
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rabu, 14 November 2012
Standar Kompetensi Lulusan Akreditasi SMA/MA
INSTRUMEN, PETUNJUK TEKNIS DAN DATA PENDUKUNG
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN AKREDITASI SMA/MA
26.
|
Siswa memperoleh pengalaman
belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan
inovatif dalam pengambilan keputusan.
|
|
5 A.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
kelompok iptek ditetapkan 75,0 atau lebih.
|
|
5 B.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
kelompok iptek ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
|
|
5 C.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
kelompok iptek ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
|
|
5 D.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
kelompok iptek ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
|
|
5 E.
|
Rata-rata nilai ketuntasan
belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan kurang dari 60.
|
|
26.
|
Jawaban dibuktikan dengan
ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan oleh sekolah/madrasah untuk
kelompok mata pelajaran iptek seperti Bahasa, Matematika, IPA, IPS, dan TIK. Kriteria ideal ketuntasan minimal 75,0. Dihitung
rata-rata nilai ketuntasan belajar mata
pelajaran iptek pada satu tahun terakhir.
|
|
26. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) kelompok
mata pelajaran iptek.
No.
|
Mata pelajaran Iptek
|
Kelas
|
KKM
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
4
|
|||
5
|
|||
6
|
|||
7
|
|||
27.
|
Siswa terlibat dalam
kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah
kompleks.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat
menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 4 (empat) jenis
dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat
menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 3 (tiga) jenis
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat
menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2 (dua) jenis
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat
menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 1 (satu) jenis
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan
masalah-masalah kompleks.
|
|
27.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya dokumen kumpulan hasil diskusi siswa, kumpulan kliping, laporan
kegiatan hasil analisis tentang terjadinya gempa bumi, banjir, gejala sosial,
pengangguran, dan lain-lain, yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa.
|
27. Kegiatan belajar siswa yang berkaitan dengan
analisis pemecahan masalah-masalah yang kompleks.
No.
|
Jenis kegiatan
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
||
2
|
||
3
|
||
4
|
||
28.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.
|
|
5 A.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA
dan IPS ditetapkan 75,0 atau lebih.
|
|
5 B.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA
dan IPS ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
|
|
5 C.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA
dan IPS ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
|
|
5 D.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA
dan IPS ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
|
|
5 E.
|
Rata-rata nilai ketuntasan
belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60.
|
|
28.
|
Jawaban dibuktikan dengan
ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan oleh sekolah/madrasah untuk
mata pelajaran IPA dan IPS. Kriteria ideal ketuntasan minimal 75,0. Bukti
dokumen diambil pada satu tahun terakhir.
|
28. Kegiatan
untuk memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan
sosial
No.
|
Jenis kegiatan
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
||
2
|
||
3
|
||
4
|
||
5
|
||
6
|
||
7
|
||
29.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan
dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan,
laboratorium, dan internet.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan
memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks,
perpustakaan, dan laboratorium.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan
memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks,
dan perpustakaan.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan
memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar dan buku
teks.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan
siswa dengan sumber belajar.
|
|
29.
|
Jawaban dibuktikan dengan
difungsikannya sumber-sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran yang diikuti
setidak-tidaknya oleh 90% siswa dan ditunjukkan dengan dokumen pemanfaatan
berbagai fasilitas.
|
29. Penggunaan berbagai fasilitas oleh siswa.
No.
|
Jenis Fasilitas
|
Ketersediaan*
|
Jumlah siswa yang terlibat
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
Bahan ajar.
|
|||
2
|
Buku teks.
|
|||
3
|
Perpustakaan.
|
|||
4
|
Laboratorium.
|
|||
5
|
Internet.
|
|||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan”
30.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari
informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk
mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun
terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk
mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk
mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk
mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan
lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.
|
|
30.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti:
mengunjungi perpustakaan, mengakses internet, menyelenggarakan kelompok
ilmiah remaja, kelompok belajar Bahasa Asing (misalnya Bahasa Inggris, Bahasa
Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Perancis dan lain-lain),
sumber-sumber belajar lapangan (misalnya museum, kebun raya, pusat industri
dan lain-lain).
|
30. Kegiatan mencari informasi dari berbagai
sumber.
No.
|
Kegiatan siswa
|
Dilakukan*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ya
|
Tidak
|
|||
1
|
Mengunjungi perpustakaan
|
|||
2
|
Mengakses internet
|
|||
3
|
Menyelenggarakan kelompok
ilmiah remaja
|
|||
4
|
Kelompok belajar bahasa
asing (inggris, jepang, jerman, dsb.)
|
|||
5
|
Sumber belajar (museum,
kebun raya, industri dsb.)
|
|||
6
|
.............................
|
|||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban “Ya”
atau “Tidak”
31.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran
yang mampu memanfaatkan lingkungan
secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4
(empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran
yang mampu memanfaatkan lingkungan
secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3
(tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran
yang mampu memanfaatkan lingkungan
secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2
(dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran
yang mampu memanfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu)
kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang
mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
|
|
31.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya dokumen pelaksanaan kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90%
siswa dan dapat memberikan pengalaman tentang pemanfaatan lingkungan baik di
dalam maupun di luar kelas seperti: kebun untuk praktek biologi, daur ulang
sampah, kunjungan ke laboratorium alam, outbound dan lain-lain.
|
31. Kegiatan memamfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab.
No.
|
Jenis Kegiatan siswa
|
Kapan dilakukan
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
32.
|
Siswa memperoleh
pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk
mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis
dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk
mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk
mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk
mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni
dan budaya.
|
|
32.
|
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti
setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: pekan bahasa, seni dan budaya, pentas
seni, pameran lukisan, teater, latihan tari, latihan musik, keterampilan
membuat barang seni, dan lain sebagainya.
|
32. Kegiatan seni budaya.
No.
|
Jenis Kegiatan siswa
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
||
2
|
||
3
|
||
4
|
||
5
|
||
6
|
||
7
|
||
8
|
||
33.
|
Siswa memperoleh
pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4
(empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3
(tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2
(dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1
(satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan
budaya.
|
|
33.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti:
mengunjungi pameran lukisan, konser
musik, pagelaran tari, drama dan sebagainya.
|
33. Kegiatan mengikuti apresiasi seni.
No.
|
Jenis Kegiatan siswa
|
Kapan dilakukan
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
4
|
|||
34.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan
bertanggung jawab.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna
menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun
terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna
menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna
menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna
menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan
sikap percaya diri dan bertanggung jawab.
|
|
34.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan terprogram yang diikuti
setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: layanan
konseling (misalnya: perencanaan karir, kehidupan pribadi, kemampuan sosial,
dan lain-lain); dan/atau kegiatan ekstrakurikuler (misalnya: kegiatan
kepramukaan, latihan kepemimpinan, PMR, seni, olahraga, pecinta alam,
jurnalistik, teater, keagamaan, bakti sosial, dan lain-lain).
|
34. Kegiatan untuk menumbuhkan dan mengembangkan
sikap percaya diri dan bertanggung jawab.
No.
|
Jenis Kegiatan siswa
|
Ketersediaan*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
Layanan konseling.
|
|||
...........................
|
||||
...........................
|
||||
2
|
Ekstrakurikuler.
|
|||
...........................
|
||||
...........................
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan”
35.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan
aturan-aturan sosial sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau
lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan
aturan-aturan sosial sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam
satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan
aturan-aturan sosial sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu
tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan
aturan-aturan sosial sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam
satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial.
|
|
35.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan penegakan aturan-aturan
sosial yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa, dan/atau peraturan-peraturan
yang di dalamnya mengatur ketertiban siswa seperti: datang tepat waktu,
pemakaian baju seragam, tidak terlibat tawuran, tidak terlibat penyalahgunaan
obat-obat terlarang, pemahaman tentang hak dan perlindungan anak, menghadiri
ceramah penanggulangan HIV, sosialisasi bahaya narkoba, dan sebagainya.
|
|
35. Kegiatan siswa untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan
sosial.
No.
|
Jenis Kegiatan siswa
|
Kapan dilakukan
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
4
|
|||
5
|
|||
6
|
|||
7
|
|||
36.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan
hasil terbaik.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara
sekolah/madrasah, juara jurusan, juara kelas, dan juara mata pelajaran.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara
sekolah/madrasah, juara jurusan, dan juara kelas.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara
sekolah/madrasah dan juara kelas.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara
sekolah/madrasah.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
memberikan penghargaan bagi juara.
|
|
36.
|
Jawaban dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan
oleh sekolah/ madrasah seperti: sertifikat, piala atau hadiah-hadiah yang
lain.
|
36. Kegiatan untuk menumbuhkan sikap sportif.
No.
|
Nama
kegiatan
|
Lingkup
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
4
|
|||
5
|
|||
6
|
|||
7
|
|||
37.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang
mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 4
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang
mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 3
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang
mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 2
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang
mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 1
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif
untuk mendapatkan hasil terbaik.
|
|
37.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: pertandingan olahraga antarkelas, lomba
olahraga di tingkat kabupaten/provinsi/nasional, dan lain-lain.
|
37. Sertifikat atau piala yang diperoleh
sekolah/madrasah.
No.
|
Nama
kegiatan
|
Lingkup
|
Ranking juara
|
Tahun
|
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
5
|
||||
6
|
||||
7
|
||||
38.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang
melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara secara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau
lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang
melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara secara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali
dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang
melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara secara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali
dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang
melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara secara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali
dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis.
|
|
38.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: upacara hari besar kenegaraan, PMR, kegiatan
OSIS/M, dan lain-lain.
|
38. Pembelajaran yang dapat melibatkan partisipasi
siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis
dalam wadah NKRI.
No.
|
Jenis kegiatan siswa
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
Upacara hari besar kenegaraan
|
|||
2
|
PMR
|
|||
3
|
Kegiatan OSIS
|
|||
4
|
...........................
|
|||
...........................
|
||||
Keterangan:
* Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban “Ketersediaan dokumen”
39.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa
sportivitas, dan kebersihan lingkungan.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk
membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun
terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk
membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk
membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk
membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa
untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan.
|
|
39.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: program pembiasaan 7K, prestasi bidang
olahraga, PMR, lomba kebersihan antar kelas, dan muatan lokal yang relevan,
dan lain-lain.
|
39. Pembelajaran untuk membentuk karakter siswa menumbuhkan rasa
sportivitas, dan kebersihan lingkungan.
No.
|
Jenis kegiatan siswa
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
5
|
||||
6
|
||||
7
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“ketersediaan dokumen”
40.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang
lain dalam pergaulan di masyarakat.
|
|
5 A.
|
Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam
kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di
masyarakat.
|
|
5 B.
|
Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam
kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di
masyarakat.
|
|
5 C.
|
Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam
kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di
masyarakat.
|
|
5 D.
|
Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam
kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di
masyarakat.
|
|
5 E.
|
Tidak ada satu pun silabus
khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam
pergaulan di masyarakat.
|
|
40.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS
yang memuat materi tentang hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan
masyarakat.
|
40. Silabus
mata pelajaran yang memuat materi tentang hak dan kewajiban orang lain dalam
pergaulan masyarakat.
No.
|
Silabus
mata pelajaran
|
Memuat
|
1
|
||
2
|
||
3
|
||
4
|
||
5
|
||
6
|
||
7
|
||
41.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
yang bersifat afektif.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau
lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan
pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan
pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan
pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
|
|
41.
|
Jawaban dibuktikan dengan
kegiatan-kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama seperti: aktivitas
ibadah bersama, peringatan hari-hari besar agama, membantu warga
sekolah/madrasah yang memerlukan, dan menolong warga masyarakat kurang mampu.
|
41…..
42.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran
untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali
atau lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran
untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali
dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran
untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali
dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran
untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali
dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Tidak ada kegiatan
pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.
|
|
42.
|
Jawaban dibuktikan dengan adanya
kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: peringatan hari-hari besar nasional dan
internasional, peringatan hari-hari besar keagamaan, pentas seni budaya
berbagai negara, dan bulan bahasa, dan lain-lain.
|
42. Kegiatan untuk menghargai keberagaman agama,
bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.
No.
|
Nama kegiatan
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
5
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan dokumen”
43.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan
pengamalan.
|
|
5 A.
|
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
diri sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih setiap
minggu.
|
|
5 B.
|
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program
pengembangan diri sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali setiap
minggu.
|
|
5 C.
|
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program
pengembangan diri sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali setiap minggu.
|
|
5 D.
|
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program
pengembangan diri sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali setiap
minggu.
|
|
5 E.
|
Tidak ada kegiatan pembentukan
akhlak mulia melalui program pengembangan diri.
|
|
43.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: layanan pengembangan diri dalam bentuk
konseling dan/atau kegiatan ekstrakurikuler baik terprogram maupun tidak
terprogram seperti, layanan konseling, upacara bendera, ibadah, kebersihan,
dan lain-lain.
|
43. Kegiatan untuk pembentukan akhlak mulia
melalui pembiasaan dan pengalaman.
No.
|
Nama kegiatan
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan dokumen”
44.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan
pendapat dan berempati terhadap orang lain.
|
|
5 A.
|
Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan
diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
|
|
5 B.
|
Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan
pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
|
|
5 C.
|
Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan
pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
|
|
5 D.
|
Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan
pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
|
|
5 E.
|
Tidak ada kegiatan
pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan
sehat.
|
|
44.
|
Jawaban dibuktikan dengan
hasil diskusi atau kerja kelompok.
|
44. ---
45.
|
Siswa memperoleh
pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 4 (empat)
jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 3 (tiga) jenis
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 2 (dua) jenis
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 1 (satu) jenis
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik
individual maupun kelompok.
|
|
45.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: melukis, kerajinan tangan, karya teknologi
tepat guna, seni tari, lagu ciptaan, seni pertunjukan, dan lain-lain.
|
45.
Kegiatan dalam menghasilkan karya kreatif baik individu maupun kelompok.
No.
|
Nama kegiatan
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
5
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan dokumen”
46.
|
Siswa memperoleh
pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan
santun.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 4
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 3
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 2
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk
berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 1
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan
secara efektif dan santun.
|
|
46.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: membuat pantun, membuat dan membaca puisi,
prosa, esai, monolog, naskah drama, naskah cerpen yang memperoleh
penghargaan/pujian, dan memiliki tradisi senyum, sapa, dan salam (3S).
|
46.
Kegiatan terkait dengan kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun
tulisan secara efektif dan santun.
No.
|
Nama kegiatan
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
5
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan dokumen”
47.
|
Siswa memperoleh
keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
|
|
5 A.
|
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari
penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan,
majalah dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah.
|
|
5 B.
|
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari
penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan,
dan majalah dinding.
|
|
5 C.
|
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari
penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi
lapangan.
|
|
5 D.
|
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari
penugasan maupun lomba.
|
|
5 E.
|
Tidak tersedia kumpulan
karya tulis siswa.
|
|
47.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: penugasan latihan keterampilan menulis siswa,
hasil portofolio siswa, buletin internal karya siswa, majalah dinding yang
terisi dengan rubrik tulisan terbaru, hasil karya siswa yang memperoleh
penghargaan/pujian, latihan drama, daftar para juara lomba pidato serta
penulisan karya tulis, laporan kunjungan ke industri, laporan studi kunjungan
lapangan seperti ke museum dan lain-lain.
|
47. Kegiatan terkait dengan kemampuan memperoleh
keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
No.
|
Nama kegiatan
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan dokumen”
48.
|
Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca,
menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
|
|
5 A.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 75,0 atau lebih.
|
|
5 B.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
|
|
5 C.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
|
|
5 D.
|
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
|
|
5 E.
|
Rata-rata nilai ketuntasan
belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan kurang dari
60.
|
|
48.
|
Jawaban dibuktikan dengan
ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan oleh sekolah/madrasah untuk
mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kriteria ideal ketuntasan
minimal 75,0. Dihitung rata-rata nilai untuk 1 tahun terakhir.
|
48. Kriteria nilai ketuntasan minimal (KKM) mata
pelajaran.
No.
|
Mata
pelajaran
|
Nilai KKM
|
Tahun
|
1
|
Bahasa Inggris
|
||
2
|
Bahasa Indonesia
|
49.
|
Siswa memperoleh pengalaman
belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan
iptek sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu
tahun terakhir.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan
iptek sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan
iptek sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan
iptek sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun
terakhir.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
pernah memberikan layanan dalam pengembangan iptek.
|
|
49.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa seperti: pendalaman materi matematika, fisika, kimia,
biologi, lomba karya ilmiah remaja (LKIR), olimpiade, dan lain-lain.
|
49. Kegiatan
berkaitan dengan pengembangan Iptek seiring dengan perkembangannya.
No.
|
Nama kegiatan
|
Ketersediaan dokumen*
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
4
|
||||
Keterangan: * Isilah tanda ceklis (ΓΌ) pada kolom jawaban
“Ketersediaan dokumen”
50.
|
Siswa memperoleh
pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan tinggi.
|
|
5 A.
|
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian
akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4
(empat) kali atau lebih dalam satu semester.
|
|
5 B.
|
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi
ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) jenis
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu semester.
|
|
5 C.
|
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi
ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) jenis
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu semester.
|
|
5 D.
|
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi
ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) jenis
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu semester.
|
|
5 E.
|
Sekolah/Madrasah tidak
melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan
tinggi.
|
|
50.
|
Jawaban dibuktikan dengan
adanya kegiatan untuk siswa kelas XII yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90%
siswa, seperti: try
out, kegiatan pengayaan dan remedial, kegiatan menghadapi ujian akhir dan
seleksi penerimaan mahasiswa baru.
|
50. Kegiatan berkaitan dengan penguasaan
pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
No.
|
Nama kegiatan
|
Jumlah siswa yang mengikuti
|
1
|
||
2
|
||
3
|
||
4
|
||
Langganan:
Postingan (Atom)







